GemaWarta – 14 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Dunia sepakbola Ghana dikejutkan oleh kejadian mengerikan yang menimpa tim Berekum Chelsea pada Minggu sore lalu. Sebuah bus yang mengangkut pemain, staf teknis, dan pejabat klub diserang oleh enam pria bertopeng bersenjata api di Jalan Bibiani‑Goaso, tepat setelah tim kembali dari pertandingan Liga Utama Ghana melawan Samartex.
Dominic Frimpong, sayap berusia 20 tahun yang baru bergabung dengan Berekum Chelsea melalui pinjaman dari Aduana FC, menjadi satu-satunya korban jiwa. Ia terkena tembakan di kepala saat bus berusaha mundur untuk menghindari blokade. Frimpong dibawa ke rumah sakit terdekat, namun meninggal karena luka beratnya. Seluruh 30 orang yang berada di dalam bus – pemain, pelatih, dan staf – berhasil melarikan diri ke semak‑semak setelah tembakan berlanjut, dan satu orang lain dilaporkan mengalami luka serius.
Asosiasi Sepakbola Ghana (GFA) menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga Frimpong, rekan‑rekan setim, serta seluruh komunitas sepakbola nasional. Dalam pernyataannya, GFA menegaskan bahwa kehilangan talenta muda yang menjanjikan seperti Frimpong merupakan pukulan besar tidak hanya bagi Berekum Chelsea, melainkan bagi perkembangan sepakbola Ghana secara keseluruhan. “Dominic adalah contoh dedikasi dan semangat yang menghidupkan liga kami,” ujar pernyataan resmi GFA.
Menurut laporan pihak klub, enam pria bersenjata lengkap dengan senapan serbu memblokir jalan pada saat bus sedang menunggu lampu merah. Para penyerang kemudian membuka tembakan, memaksa pengemudi mundur dan menimbulkan kepanikan di antara penumpang. Frimpong, yang pada saat itu sedang duduk di bagian tengah bus, menjadi sasaran tembakan yang menghujam kepalanya.
Polisi Ghana segera menurunkan personel tambahan serta ahli TKP ke lokasi kejadian. Kepala Kepolisian setempat menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan para pelaku akan ditangkap secepatnya. Hingga kini, identitas para penyerang masih belum terungkap, namun pihak berwenang berjanji akan mengusut motif perampokan serta menguatkan keamanan pada rute‑rute perjalanan tim sepakbola domestik.
Insiden ini menambah deretan serangan terhadap tim‑tim sepakbola di Ghana dalam beberapa tahun terakhir. Klub‑klub seperti FC Savannah, Wa All Stars, Legon Cities, dan AshantiGold pernah melaporkan kejadian serupa, menandakan adanya pola kriminalitas yang mengancam mobilitas atlet di dalam negeri. GFA berjanji akan mengkoordinasikan upaya dengan klub‑klub, pihak keamanan, serta pemerintah untuk meninjau dan memperketat protokol keamanan perjalanan, termasuk penempatan kendaraan pengaman dan pengawasan rute secara real‑time.
Frimpong, yang mencetak dua gol dalam 13 penampilan musim ini, dikenal sebagai pemain dengan kecepatan dan kemampuan menggiring bola yang tajam. Perpindahannya ke Berekum Chelsea pada awal tahun ini diharapkan memberi dorongan bagi skuad yang tengah bersaing untuk posisi teratas klasemen. Kematian mendadak tersebut meninggalkan kekosongan tak tergantikan di lini serang klub, serta kesedihan mendalam bagi rekan‑rekan setim yang kini harus melanjutkan kompetisi tanpa sosok yang begitu dihormati.
Pihak manajemen Berekum Chelsea mengumumkan akan menggelar pertandingan peringatan khusus untuk menghormati Frimpong, serta menyediakan bantuan psikologis bagi pemain dan staf yang terdampak. Sementara itu, GFA meminta seluruh komunitas sepakbola untuk bersatu mendukung klub dan keluarga yang berduka, serta menuntut tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.
Kasus ini menyoroti pentingnya keamanan dalam penyelenggaraan kompetisi domestik, khususnya pada tahap perjalanan antar‑kota yang sering kali melewati wilayah rawan kriminalitas. Dengan meningkatnya tekanan dari publik dan media, diharapkan otoritas Ghana dapat segera merumuskan kebijakan yang lebih proaktif, termasuk kerja sama lintas‑instansi, penggunaan teknologi pengawasan, serta pelatihan keamanan bagi pemain dan staf.
Tragedi Dominic Frimpong menjadi pengingat pahit bahwa di balik semangat kompetisi, keselamatan atlet harus menjadi prioritas utama. Harapan semua pihak adalah agar keadilan segera ditegakkan, keamanan tim‑tim sepakbola terjamin, dan kenangan Frimpong tetap hidup dalam semangat permainan yang ia cintai.











