GemaWarta – 20 April 2026 | Vinicius Jr., winger berbakat asal Brasil yang menjadi andalan Real Madrid, memutuskan menunda perpanjangan kontrak baru hingga selesai Piala Dunia 2026. Keputusan ini muncul di tengah negosiasi panjang yang selama ini berada di fase “pause”. Meskipun secara kontrak ia masih terikat hingga 2027, situasi kini semakin menegangkan karena 12 bulan terakhir masa kontraknya akan segera dimulai.
Masalah utama yang menahan kesepakatan adalah permintaan kenaikan gaji yang signifikan dari pihak pemain. Vinicius menginginkan tidak hanya peningkatan gaji pokok, tetapi juga bonus penandatanganan yang tidak lazim. Real Madrid, di sisi lain, memiliki batasan struktural pada total gaji pemain dan menolak menyamakan gaji Vinicius dengan rekan setim bintang mereka, Kylian Mbappé. Tarik‑ulur ini berujung pada deadlock, sehingga kedua belah pihak memilih menunggu sampai turnamen internasional terbesar selesai.
- Alasan menunda: Piala Dunia 2026 menjadi panggung iklan terbesar bagi Vinicius. Penampilan gemilang bersama timnas Brasil dapat meningkatkan nilai pasar dan daya tawar pemain secara dramatis.
- Strategi klub: Real Madrid sedang merencanakan perombakan skuad, termasuk evaluasi pemain inti. Meskipun klub tetap ingin mempertahankan Vinicius, mereka harus menyeimbangkan struktur gaji agar tidak melanggar kebijakan finansial.
- Minat pasar: Hingga kini, klub-klub top Eropa lain tidak menunjukkan minat kuat, terutama karena tuntutan gaji yang tinggi.
Strategi Vinicius menunggu Piala Dunia selesai tidak lepas dari perhitungan matang. Jika ia tampil menonjol di turnamen tersebut, nilai transfernya dapat melonjak, sekaligus memberi tekanan pada Real Madrid untuk menyesuaikan paket gaji yang lebih kompetitif. Di sisi lain, risiko cedera atau performa yang tidak memuaskan dapat memperlemah posisi tawarnya.
Real Madrid, di bawah kepemimpinan Florentino Pérez, sedang mengkaji ulang kebijakan gaji dan struktur tim. Klub menekankan pentingnya menjaga keseimbangan keuangan sambil tetap kompetitif di level domestik dan Eropa. Jika Vinicius tetap berada di Santiago Bernabéu dengan gaji yang disesuaikan, ia akan menjadi salah satu aset paling berharga dalam skema penjualan pemain pada musim depan.
Pengamat sepak bola menilai bahwa penundaan ini mencerminkan tren baru dalam dunia transfer, di mana pemain menggunakan turnamen besar sebagai leverage utama. “Vinicius menggunakan Piala Dunia 2026 sebagai platform untuk menguatkan posisi negosiasi,” kata seorang analis senior. “Jika Brasil berhasil melaju jauh, ia tidak hanya meningkatkan nilai pasar pribadi, tetapi juga menambah nilai komersial bagi klub yang menandatangani kontrak baru dengannya.”
Selama fase akhir kontrak, pemain biasanya mengalami tekanan psikologis yang tinggi. Namun, Vinicius tampak tenang, berfokus pada persiapan fisik dan taktik menjelang turnamen. Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, menegaskan bahwa pemain tetap akan mendapatkan jam bermain yang cukup untuk menjaga kebugaran dan performa.
Secara keseluruhan, situasi Vinicius menunda perpanjangan kontrak mencerminkan kombinasi antara ambisi pribadi, kebijakan klub, dan dinamika pasar global. Apakah Real Madrid akan mengalah dan menyesuaikan paket gaji, ataukah pemain akan menunggu hasil Piala Dunia untuk kembali ke meja negosiasi, masih menjadi pertanyaan besar yang akan terjawab pada pertengahan 2026.









