Bencana Alam

BMKG: Siklon Tropis Jangmi dan Gempa Bumi Mengancam Indonesia, Ini Penjelasannya

×

BMKG: Siklon Tropis Jangmi dan Gempa Bumi Mengancam Indonesia, Ini Penjelasannya

Share this article
BMKG: Siklon Tropis Jangmi dan Gempa Bumi Mengancam Indonesia, Ini Penjelasannya
BMKG: Siklon Tropis Jangmi dan Gempa Bumi Mengancam Indonesia, Ini Penjelasannya

GemaWarta – 27 Mei 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi Siklon Tropis Jangmi di perairan dekat Indonesia. Siklon ini sebelumnya dikenal sebagai Bibit Siklon Tropis 99W yang kemudian berkembang dan mencapai intensitas siklon tropis pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Siklon Tropis Jangmi saat ini terpantau oleh BMKG berada di Samudra Pasifik, tepatnya di utara Papua. Kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Jangmi diprakirakan meningkat dalam 24 jam ke depan. Meski demikian, BMKG menyatakan bahwa status siklon tropis masih berada pada kategori 1 dengan bergerak ke arah barat-barat laut.

🔖 Baca juga:
Idul Adha 2026: Pemerintah Gelar Sidang Isbat 17 Mei, Ini Prediksi dan Jadwal Libur

BMKG memastikan Siklon Tropis Jangmi tidak memberikan dampak secara langsung ke wilayah Indonesia. Namun begitu, fenomena atmosfer itu tetap berdampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di sejumlah wilayah, khususnya yang berlokasi di dekat siklon tersebut. Kondisi perairan di dekatnya juga terdampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan, hingga Kamis (28/5/2026) pukul 07.00 WIB.

Adapun dampak cuaca yang ditimbulkan antara lain peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Berikut ini wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami hujan akibat Siklon Tropis Jangmi. BMKG juga memperingatkan adanya potensi gelombang perairan dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter yang masuk kategori moderate sea.

Wilayah pesisir dan perairan yang terkena dampak tidak langsung Siklon Tropis Jangmi, meliputi beberapa daerah di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat yang khususnya berada di wilayah pesisir dan melakukan aktivitas pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan. Kewaspadaan itu dilakukan dalam menghadapi potensi hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi akibat Siklon Tropis Jangmi.

BMKG juga melaporkan empat kali gempa getarkan Indonesia pada Selasa (26/5/2026). Gempa pertama pada hari itu terjadi pukul 03:39:21 WIB di wilayah Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Episenter gempa berada pada koordinat titik 1,06 Lintang Utara (LU)-126,19 Bujur Timur (BT). Pusat lindu berada di laut 125 tenggara Bitung. Gempa dirasakan Modified Mercalli Intensity (MMI) III di Ternate, Manado, Tondano, Bolaang Mongondow Timur, Tomohon, dan Bitung.

🔖 Baca juga:
PBB dan Indonesia: Mengenal Peran dan Dampaknya

Mei telah memasuki musim kemarau, namun hujan deras masih turun di beberapa wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan mengenai potensi hujan memasuki musim kemarau. BMKG menyebut adanya aktivitas bibit siklon tropis 99W dan gelombang atmosfer di awal musim kemarau memicu potensi cuaca signifikan pada sebagian wilayah di Indonesia.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menjelaskan analisis iklim terkini menunjukkan sebagian wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau dan sebagian yang lain berada pada periode peralihan. Kondisi tersebut diindikasikan dengan tutupan awan yang minim sejak pagi hingga tengah hari yang memicu pemanasan permukaan bumi secara intens.

Andri mengatakan ketidakstabilan atmosfer tersebut dapat divalidasi oleh tingginya intensitas curah hujan, mulai dari kategori lebat hingga sangat lebat, yang tercatat di sebagian wilayah Indonesia. Selain akibat ketidakstabilan atmosfer lokal, lanjut Andri, peningkatan curah hujan pada periode ini juga dipengaruhi oleh interaksi sejumlah fenomena atmosfer.

BMKG juga merilis prakiraan cuaca yang memperkirakan wilayah yang akan dilanda hujan lebat dan angin kencang pada 27-28 Mei 2026. Berdasarkan data ‘Peringatan Dini Hujan Indonesia’ yang dirilis BMKG, beberapa wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang antara lain Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Bengkulu, Maluku, Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Papua Tengah, Sulawesi Utara, Jambi, Banten, Sulawesi Selatan, Lampung, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Utara, dan Jawa Tengah.

🔖 Baca juga:
Kemenkeu Janjikan Bebas PPh 21 untuk Pekerja di Lima Sektor Padat Karya Selama 2026

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan resmi dari BMKG mengenai Siklon Tropis Jangmi serta kondisi cuaca lainnya. Informasi lengkap bisa diakses melalui laman resmi BMKG di tautan https://tropicalcyclone.bmkg.go.id.

Kesimpulan, BMKG telah mendeteksi Siklon Tropis Jangmi di perairan dekat Indonesia dan memperingatkan adanya potensi gelombang perairan dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter yang masuk kategori moderate sea. BMKG juga melaporkan empat kali gempa getarkan Indonesia pada Selasa (26/5/2026) dan merilis prakiraan cuaca yang memperkirakan wilayah yang akan dilanda hujan lebat dan angin kencang pada 27-28 Mei 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *