Bencana Alam

Gempa Sulawesi Tengah: Kerusakan Parah dan Korban Jiwa

×

Gempa Sulawesi Tengah: Kerusakan Parah dan Korban Jiwa

Share this article
Gempa Sulawesi Tengah: Kerusakan Parah dan Korban Jiwa
Gempa Sulawesi Tengah: Kerusakan Parah dan Korban Jiwa

GemaWarta – 16 Juni 2026 | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026. Dampak kerusakan dari guncangan besar ini mulai bermunculan di jagat media sosial. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa episentrum gempa berada di darat, sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.

Tak heran, guncangan terasa sangat kuat dan memicu kepanikan warga. Detik-detik mencekam pasca-gempa di kawasan pegunungan Desa Nokilalaki, Kabupaten Sigi, merekam longsoran material tanah dan batu dari perbukitan di sekitar pemukiman warga. Tidak hanya longsor yang mengerikan, video tersebut juga memperlihatkan kondisi sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah.

🔖 Baca juga:
Gempa Bumi dan Cuaca Ekstrem di Indonesia: Waspada dan Siaga

BNPB melaporkan sedikitnya 109 jiwa atau 45 Kepala Keluarga (KK) terkena dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa (16/6/2026). Sebanyak 24 warga mengalami luka ringan dan delapan warga mengalami luka berat. Data tersebut masih terus diverifikasi dan diperbarui oleh petugas lapangan.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan saat ini 8 menara infrastruktur telekomunikasi base transceiver station (BTS) sudah pulih di wilayah Palu, Sulawesi Tengah, yang terdampak gempa magnitudo 6,7. Kementerian melalui siaran pers di Jakarta, Selasa malam, menyatakan terus memantau dan melakukan koordinasi untuk pemulihan layanan telekomunikasi setelah gempa bumi di Palu.

🔖 Baca juga:
Cuaca Ekstrem Mengancam Indonesia: Hujan Lebat dan Badai, Warga Diminta Waspada

BMKG juga mencatat sebanyak 71 kali gempa susulan terjadi pascagempa besar kekuatan Magnitudo M6,7 mengguncang Palu. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menyatakan, pihaknya terus memantau potensi likuifaksi usai gempa besar M 6,7 di Kota Palu.

Kesimpulan, gempa Sulawesi Tengah telah menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk membantu korban dan memulihkan daerah yang terdampak.

🔖 Baca juga:
Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Ringan dan Cerah Berawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *