Viral

Bigmo Akhirnya Buka Suara: Dari Viral Dijodohkan Netizen hingga Damai dengan Azizah Salsha

×

Bigmo Akhirnya Buka Suara: Dari Viral Dijodohkan Netizen hingga Damai dengan Azizah Salsha

Share this article
Bigmo Akhirnya Buka Suara: Dari Viral Dijodohkan Netizen hingga Damai dengan Azizah Salsha
Bigmo Akhirnya Buka Suara: Dari Viral Dijodohkan Netizen hingga Damai dengan Azizah Salsha

GemaWarta – 14 April 2026 | Setelah sekian lama menjadi bahan perbincangan di media sosial, kreator konten Muhammad Jannah yang lebih dikenal dengan nama Bigmo resmi mengeluarkan pernyataan lengkap mengenai perseteruannya dengan Azizah Salsha. Peristiwa ini bermula ketika netizen mengolok-olok kedekatan keduanya dan menuduh Bigmo telah menjatuhkan nama baik keluarga politikus Andre Rosiade melalui sebuah konten yang dinilai mengandung fitnah.

Kasus pencemaran nama baik tersebut mengakibatkan Azizah Salsha mengajukan laporan ke Bareskrim Polri. Pada saat itu, Bigmo tidak hanya menghadapi tekanan hukum, melainkan juga sorotan publik yang semakin intens. Menyikapi situasi, sang kreator memutuskan untuk mengambil langkah-langkah reflektif yang kemudian menjadi titik balik dalam proses perdamaian.

🔖 Baca juga:
Kontroversi Steven Wongso: Dari Samakan Orang Gendut dengan Anjing hingga Sindir Penjual Martabak, Publik Kecam

Langkah pertama: permohonan maaf berulang kali

Bigmo mengakui bahwa selama dua hingga tiga bulan pertama konflik berlangsung, ia rutin mengunggah video permintaan maaf dan klarifikasi di berbagai platform media sosial. “Saya selalu menyampaikan bahwa apa yang saya sampaikan sebelumnya tidak sesuai fakta,” ujarnya dalam wawancara di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin 13 April 2026. Konsistensi dalam mengakui kesalahan ini menjadi faktor penting yang membuka ruang dialog antara kedua belah pihak.

Langkah kedua: hiatus selama satu bulan

Untuk menunjukkan keseriusan dan menghindari kesan manipulatif, Bigmo menghentikan semua aktivitas streaming dan mengurangi penggunaan ponsel selama satu bulan penuh. “Bukan karena ada suruhan, melainkan rasa tidak etis bila saya tetap menghibur penonton saat masih berada di posisi bersalah,” jelasnya. Selama periode tersebut, ia tidak menyentuh ponsel sama sekali, fokus pada introspeksi diri dan menyiapkan langkah selanjutnya yang lebih bertanggung jawab.

Langkah ketiga: upaya behind‑the‑scenes

Di balik layar, Bigmo menghubungi teman‑teman dekat Azizah Salsha serta jaringan mutual friends yang juga dikenal keluarga Zize. Ia berharap pesan permintaan maaf dapat sampai secara personal, bukan sekadar melalui unggahan publik. “Beberapa teman kami sama-sama mengenal Kak Zize, jadi saya manfaatkan jaringan itu untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung,” tambahnya.

Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika laporan polisi terhadap Bigmo secara resmi dicabut. Keluarga Azizah, termasuk ibunya, menyatakan bahwa mereka telah menerima permintaan maaf Bigmo secara tulus. Pada pertemuan yang diadakan di kantor sekretariat keluarga Minang, Bigmo menyampaikan permintaan maafnya secara langsung di hadapan orang tua Azizah.

Makna perdamaian bagi Bigmo

Bagi Bigmo, proses perdamaian ini bukan sekadar menutup satu bab konflik, melainkan pelajaran berharga tentang etika berinternet. “Mendapatkan maaf dari keluarga besar Azizah lebih berarti daripada materi apa pun. Saya belajar bahwa mengakui kesalahan jauh lebih berharga daripada mempertahankan ego,” katanya. Ia menegaskan bahwa kembali ke dunia konten tidak akan lagi mengandalkan sensasi semata, melainkan mengedepankan nilai-nilai positif dan tanggung jawab sosial.

Setelah masa hiatus, Bigmo berjanji akan kembali berkarya dengan pendekatan yang lebih bijak. Ia menegaskan bahwa konten yang akan diproduksi ke depan tidak akan menyinggung pihak manapun dan berkomitmen untuk menghindari kasus serupa. “Saya akan tetap menghibur, namun dengan batasan moral yang jelas. Insyaallah tidak akan ada lagi kasus pencemaran nama baik,” tuturnya.

Kasus ini menjadi contoh konkret bagaimana konflik daring dapat bereskalasi menjadi permasalahan hukum, namun juga menunjukkan potensi resolusi damai bila pihak yang terlibat bersedia melakukan introspeksi dan mengambil langkah konkret. Dari viral dijodohkan hingga pertemuan hangat di kantor keluarga, perjalanan Bigmo menegaskan pentingnya etika, tanggung jawab, dan kesediaan untuk memperbaiki kesalahan.

Dengan dukungan keluarga, teman, serta pengakuan publik, Bigmo kini melangkah ke fase baru kariernya. Ia berharap kisah ini menjadi pembelajaran bagi kreator konten lainnya untuk selalu mengedepankan fakta dan menghormati batas privasi dalam setiap karya yang diproduksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *