GemaWarta – 06 Agustus 2026 | Krisis kepemimpinan FIFA semakin memanas setelah Presiden Gianni Infantino mengumumkan rencana untuk menjual saham di turnamen sepak bola kepada investor swasta. Rencana ini menuai protes dari berbagai organisasi sepak bola, termasuk UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Infantino akhirnya membatalkan rencana tersebut, tetapi kerusakannya sudah terjadi.
UEFA, yang dipimpin oleh Aleksander Ceferin, telah kehilangan kepercayaan pada Infantino dan telah memulai upaya untuk menghapusnya dari jabatannya. Sementara itu, beberapa kandidat telah muncul sebagai calon pengganti Infantino, termasuk Victor Montagliani, Presiden CONCACAF, dan Nasser al-Khelaifi, Presiden Paris Saint-Germain.
Montagliani, yang telah menjadi sekutu Infantino selama beberapa tahun, sekarang dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menggantikan Infantino. Ia telah memperoleh pengalaman yang luas dalam sepak bola internasional dan telah memimpin CONCACAF selama beberapa tahun.
Sementara itu, al-Khelaifi, yang juga merupakan presiden beIN Media Group, dianggap sebagai kandidat yang kuat karena pengaruhnya yang besar dalam sepak bola internasional. Namun, ia belum mengkonfirmasi apakah ia akan mencalonkan diri untuk jabatan presiden FIFA.
Krisis kepemimpinan FIFA ini telah menimbulkan pertanyaan tentang masa depan organisasi sepak bola dunia. Dengan beberapa kandidat yang telah muncul, pertanyaan tentang siapa yang akan menggantikan Infantino masih belum terjawab.
Beberapa kandidat lain yang telah disebutkan adalah Dariusz Mioduski, pemilik Legia Warsaw, dan Arsene Wenger, mantan pelatih Arsenal. Namun, belum jelas apakah mereka akan mencalonkan diri untuk jabatan presiden FIFA.
Krisis kepemimpinan FIFA ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas organisasi sepak bola dunia. Dengan beberapa kandidat yang telah muncul, pertanyaan tentang siapa yang akan menggantikan Infantino masih belum terjawab.
Kesimpulan, krisis kepemimpinan FIFA telah menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan organisasi sepak bola dunia. Dengan beberapa kandidat yang telah muncul, pertanyaan tentang siapa yang akan menggantikan Infantino masih belum terjawab. Namun, satu hal yang pasti, krisis ini telah menimbulkan perubahan besar dalam sepak bola internasional.