GemaWarta – 22 Juli 2026 | Piala Dunia FIFA 2026 telah mencatat sejarah baru di Amerika Serikat dengan pertandingan final antara Spanyol dan Argentina yang disaksikan oleh lebih dari 60 juta penonton di berbagai platform penyiaran.
Kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina melalui babak perpanjangan waktu pada Ahad (19/7/2026) menutup turnamen Piala Dunia terbesar yang pernah digelar di Amerika Serikat. Siaran pertandingan tersebut ditayangkan melalui Fox untuk penonton berbahasa Inggris serta Telemundo dan Peacock untuk penonton berbahasa Spanyol.
Jumlah penonton itu melampaui seluruh rekor sebelumnya sepanjang penyelenggaraan turnamen. Angka tersebut juga lebih dari dua kali lipat dibandingkan final Piala Dunia 2022 yang disaksikan sekitar 25,78 juta penonton, terdiri atas 16,78 juta melalui Fox dan sekitar sembilan juta melalui Telemundo serta Peacock.
Rekor baru ini sekaligus menjadikan final Piala Dunia 2026 sebagai pertandingan sepak bola dengan jumlah penonton terbesar sepanjang sejarah televisi di Amerika Serikat. Rekor sebelumnya dipegang laga Amerika Serikat melawan Belgia pada babak 16 besar yang ditonton 45,99 juta orang.
Siaran Fox mencatat rata-rata 38,9 juta penonton, atau sekitar 5,8 juta lebih banyak dibandingkan rekor laga Amerika Serikat kontra Belgia. Jumlah tersebut sudah mencakup liputan pra-pertandingan.
Pada momen puncak pertandingan, yakni antara pukul 17.45 hingga 18.00 waktu setempat ketika Ferran Torres mencetak gol kemenangan Spanyol pada menit ke-106, jumlah penonton di Fox mencapai hampir 51,7 juta orang.
Jika hanya menghitung waktu pertandingan tanpa siaran pendahuluan, pertandingan final ditonton sekitar 42,5 juta pemirsa melalui Fox. Sementara itu, data sementara dari Telemundo dan Peacock menunjukkan pertandingan final disaksikan 22,6 juta penonton.
Angka tersebut hanya sedikit di bawah rekor siaran berbahasa Spanyol, yakni 23,2 juta penonton saat laga Meksiko melawan Inggris di babak 16 besar. Jumlah itu masih berpotensi bertambah setelah pembaruan data resmi dilakukan.
Tak hanya final, babak semifinal juga mencatat angka penonton yang sangat tinggi. Laga Argentina yang bangkit mengalahkan Inggris ditonton sekitar 28,3 juta orang, terdiri atas 16,9 juta penonton di Fox serta 11,4 juta melalui Telemundo dan Peacock.
Adapun kemenangan telak Spanyol atas Prancis pada semifinal lainnya menarik sekitar 22,91 juta penonton, dengan 13,11 juta menyaksikan melalui Fox dan sekitar 9,8 juta melalui Telemundo serta Peacock.
Di balik kemeriahan final, turnamen juga dibayangi ketegangan di level organisasi. Presiden UEFA Aleksander Ceferin memilih tidak menghadiri partai puncak setelah serangkaian perbedaan pandangan dengan FIFA terkait prosedur disiplin, pengaturan perangkat pertandingan, hingga operasional penyelenggaraan turnamen.
Menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut, salah satu pemicu utama adalah keputusan FIFA menangguhkan penerapan hukuman larangan bermain otomatis satu pertandingan terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah menerima kartu merah.
Kebijakan itu memicu kritik keras dari UEFA yang menilai FIFA telah “melampaui batas”. Hubungan kedua organisasi juga memanas akibat kasus wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang gagal bertugas di Piala Dunia setelah tidak memperoleh izin masuk ke Amerika Serikat.
Artan kemudian ditunjuk memimpin pertandingan Piala Super UEFA antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa pada bulan Agustus mendatang. Selain itu, delegasi Eropa turut mempertanyakan pengelolaan pertandingan yang melibatkan Iran serta sejumlah perubahan regulasi operasional selama turnamen, termasuk penerapan jeda minum wajib dan perpanjangan waktu turun minum pada laga final.
Tak lama setelah Piala Dunia berakhir, wacana besar kembali mencuat mengenai masa depan kompetisi. Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL), Alejandro Dominguez, mengusulkan agar Piala Dunia 2030 diperluas menjadi 64 peserta, hanya sehari setelah berakhirnya edisi pertama yang diikuti 48 negara di Amerika Utara.
Melalui media sosial, Dominguez menyebut edisi seabad Piala Dunia layak dirayakan dengan format yang lebih besar. Menurutnya, penyelenggaraan di kawasan Amerika Selatan akan menjadi momentum istimewa untuk memperluas partisipasi negara peserta.
“Yang berikutnya digelar di rumah kami. Pada 2030, Piala Dunia akan hadir di Uruguay, Argentina, dan Paraguay. Ini menjadi kesempatan besar bagi sepak bola untuk merayakan 100 tahun Piala Dunia dengan turnamen yang diikuti 64 tim,” tulis Dominguez.
Sementara itu, pemain Spanyol Ferran Torres menjadi sorotan setelah mencetak gol kemenangan pada final Piala Dunia 2026. Ia kini menjadi incaran beberapa klub besar Eropa, termasuk Real Madrid.
Menurut laporan L’Equipe, Real Madrid kini mulai memantau perkembangan situasi kontrak Ferran di Camp Nou. Los Blancos disebut tengah mencari opsi lain untuk memperkuat sektor sayap kanan jika target utama mereka sulit didatangkan.
Situasi ini membuat masa depan Ferran menjadi salah satu isu yang paling menarik untuk diikuti dalam beberapa pekan ke depan. Jika negosiasi kontrak dengan Barcelona tidak mencapai titik temu, peluang terjadinya transfer yang sebelumnya sulit dibayangkan bisa saja terbuka.
Di akhir turnamen, FIFA juga membuka voting untuk memilih susunan tim terbaik Piala Dunia 2026. Lima pemain Argentina masuk nominasi, termasuk Lionel Messi yang menjadi pencetak gol terbanyak kedua turnamen tersebut.
Pengumuman daftar tersebut memicu perdebatan karena beberapa pemain kunci dari tim juara Spanyol tidak masuk nominasi. Suara.com – FIFA resmi membuka voting untuk memilih susunan tim terbaik Piala Dunia 2026.
Penggemar sepak bola di seluruh dunia dapat menentukan pemain terbaik melalui situs resmi, dengan lima nama dari Argentina masuk dalam daftar kandidat. Tim nasional Argentina yang finis sebagai runner-up usai kalah dari Spanyol di final, menempatkan wakil di semua lini.
Emiliano Martínez masuk nominasi kiper, sementara lini belakang diwakili Cristian Romero dan Lisandro Martínez. Di sektor tengah, Enzo Fernández menjadi satu-satunya gelandang Argentina yang masuk daftar.
Sementara di lini depan, Lionel Messi kembali mencuri perhatian setelah tampil tajam sepanjang turnamen. Messi tercatat sebagai pencetak gol terbanyak kedua di Piala Dunia 2026.
Ia hanya kalah dari bintang Prancis, Kylian Mbappe yang jadi top skor Piala Dunia 2026 dengan 12 gol. Selain nama-nama Argentina, daftar nominasi juga diisi sejumlah pemain top dunia.
Di antaranya Jude Bellingham, Luka Modric, hingga Erling Haaland yang bersaing di berbagai posisi. Dengan demikian, pemirsa dapat menentukan siapa saja yang pantas masuk dalam tim terbaik Piala Dunia 2026.
Kesimpulan, Piala Dunia 2026 telah mencatat sejarah baru dengan rekor penonton terbanyak di Amerika Serikat. Spanyol berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Argentina di final. Turnamen ini juga dibayangi ketegangan di level organisasi dan perdebatan tentang masa depan kompetisi.











