Ekonomi

Rupiah Berbalik Menguat, Ini Penyebabnya

×

Rupiah Berbalik Menguat, Ini Penyebabnya

Share this article
Rupiah Berbalik Menguat, Ini Penyebabnya
Rupiah Berbalik Menguat, Ini Penyebabnya

GemaWarta – 19 Mei 2026 | Rupiah diperkirakan akan menguat pada Juli-Agustus 2026, seiring dengan meredanya faktor-faktor musiman yang mempengaruhi kebutuhan dolar AS. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa rupiah akan menguat karena permintaan dolar AS yang tinggi pada bulan April, Mei, dan Juni akan menurun.

Menurut Perry, pada bulan April, Mei, dan Juni, permintaan terhadap dolar AS tinggi karena sejumlah kebutuhan yang musiman, seperti kebutuhan untuk devisa, pembayaran dividen oleh perusahaan, dan kebutuhan dolar untuk jamaah haji. Namun, pada bulan Juli, Agustus, dan September, permintaan tersebut akan menurun, sehingga rupiah akan menguat.

🔖 Baca juga:
Rupiah Tembus Rp17.425 per Dolar AS, Prabowo Desak Purbaya dan Gubernur BI Perkuat Intervensi

Perry juga menekankan bahwa rupiah saat ini undervalued, sehingga pergerakan rupiah di sepanjang tahun ini tetap akan mencapai target di dalam asumsi makro APBN 2026, yakni Rp 16.500 per dolar AS, dengan batas bawah Rp 16.200 per dolar AS dan batas atas Rp 16.800 per dolar AS.

Bank Indonesia telah menjalankan tujuh instruksi dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan berbagai cara untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Beberapa langkah yang dijalankan oleh Bank Sentral antara lain melakukan intervensi di pasar domestik dan off-shore, menggunakan instrument Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik dana asing masuk, dan lain-lain.

🔖 Baca juga:
Purbaya Tolak Pinjaman IMF dan Bank Dunia, APBN Tetap Kuat dengan Cadangan $25 Miliar

Dengan demikian, Perry yakin bahwa rupiah akan menguat pada Juli-Agustus 2026, sehingga pergerakan rupiah tidak akan menjauh dari level target sesuai dengan APBN. Meskipun saat ini rupiah telah melewati batas atas APBN, namun Perry percaya bahwa rupiah akan kembali ke level yang stabil.

Kesimpulan dari pernyataan Perry adalah bahwa rupiah akan menguat pada Juli-Agustus 2026, karena permintaan dolar AS yang tinggi pada bulan April, Mei, dan Juni akan menurun. Dengan demikian, pergerakan rupiah di sepanjang tahun ini tetap akan mencapai target di dalam asumsi makro APBN 2026.

🔖 Baca juga:
BNI Ungkap Kronologi Penggelapan Dana Gereja Rp28 Miliar: Langkah Pemulihan dan Jaminan Keamanan Nasabah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *