GemaWarta – 31 Mei 2026 | Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menilai pelemahan rupiah terhadap dolar AS sebagai peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Dengan kurs rupiah yang saat ini, wisatawan akan lebih tertarik untuk berkunjung ke Indonesia dan menghabiskan waktu lebih lama di negara ini.
Kementerian Pariwisata telah mengambil langkah-langkah untuk memanfaatkan peluang ini dengan menggencarkan promosi dan misi penjualan, serta mengikuti berbagai pameran untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke Indonesia.
Pelemahan rupiah ini juga berkaitan dengan dinamika geopolitik dan konflik di Timur Tengah. Namun, selama Januari hingga Maret 2026, Kementerian Pariwisata melihat situasi kepariwisataan masih terjaga dengan jumlah kunjungan yang meningkat dibanding triwulan 2025.
Harapannya, pada triwulan kedua 2026 nanti, Bank Indonesia dapat mencatatkan hasil positif pula dari sisi kunjungan dan devisa pariwisata. Untuk menambah kunjungan wisman di tengah situasi global ini, Wamenpar mengajak pelaku usaha pariwisata mulai mengubah pasar, dari yang sebelumnya mentargetkan negara jarak jauh, kini memperkuat kunjungan dari negara-negara tetangga.
Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam kondisi yang aman meskipun nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Purbaya mengaku tak khawatir dengan pelemahan rupiah karena pemerintah telah memperhitungkan nilai depresiasi rupiah yang mendekati level saat ini dalam penyusunan anggaran.
Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad, memberikan pesan kepada golongan kelas menengah di Indonesia di tengah terpuruknya rupiah. Ada tiga hal yang harus dihindari, yaitu mengurangi belanja produk atau barang-barang impor, menahan diri berbelanja, terutama barang-barang impor, dan menghindari kenaikan nilai tukar dolar yang sudah memaksa Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga yang cukup tinggi.
Kelas menengah perlu menyiapkan payung sebelum hujan dengan membeli yang perlu-perlu saja untuk kebutuhan harian dan tidak tergoda promosi, apalagi barang-barang impor. Dengan demikian, kelas menengah dapat menghemat lebih banyak anggaran dan menghindari dampak pelemahan rupiah.
Kesimpulan dari pelemahan rupiah ini adalah bahwa Indonesia perlu memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan meningkatkan perekonomian negara. Dengan mengambil langkah-langkah yang tepat, Indonesia dapat mengatasi dampak pelemahan rupiah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.









