GemaWarta – 20 Mei 2026 | Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku bekerja sama dengan GoPay untuk memberikan edukasi literasi keuangan dan keamanan digital pada guru dan siswa di Ambon.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya keamanan transaksi digital dan mencegah maraknya penipuan online.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Dicky Afrianto, menekankan pentingnya peningkatan literasi keamanan bertransaksi di sekolah guna membangun budaya transaksi digital yang aman sejak dini.
Melalui talkshow interaktif, peserta diajarkan mengenali modus penipuan seperti phishing, fake customer service, hingga refund palsu, serta langkah aman menjaga data pribadi dan PIN.
Kegiatan ini menegaskan komitmen BI dan GoPay membangun budaya transaksi digital yang aman sejak dini dengan dukungan fitur keamanan berlapis dan kampanye perlindungan konsumen.
Di samping itu, Bank Jakarta juga meluncurkan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) 2026 untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar.
Program ini bertujuan memperkuat literasi keuangan dan membangun kebiasaan menabung sejak dini pada pelajar.
Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perpustakaan juga mengadakan kegiatan Harbuknas 2026 dengan berbagai acara kolaboratif untuk memperkuat literasi masyarakat.
Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya literasi dan membaca.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka dalam menghadapi tantangan di era digital.
Kesimpulan, upaya literasi keuangan dan keamanan digital sangat penting untuk dilakukan, terutama pada kalangan pelajar dan masyarakat umum.
Dengan kerja sama antara lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan dapat membangun budaya transaksi digital yang aman dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya literasi keuangan.









