GemaWarta – 21 Mei 2026 | Pemerintah memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2027 akan mencapai 6,5 persen. Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, target ini dapat dicapai dengan mengoptimalkan kontribusi sektor swasta sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk memperkuat daya saing ekonomi, termasuk intervensi di pasar obligasi untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Ia juga memastikan bahwa asumsi tingkat suku bunga dan nilai tukar untuk tahun depan telah dihitung dengan menggunakan model ekonometrik yang kuat.
Di samping itu, pemerintah juga menargetkan penerimaan negara sebesar 11,82-12,40 persen dari PDB, sementara belanja negara diproyeksikan sebesar 13,62-14,80 persen dari PDB. Defisit anggaran ditargetkan sebesar 1,8-2,4 persen dari PDB.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa juga menyebutkan bahwa daya beli masyarakat masih tinggi, terbukti dari peningkatan penjualan mobil dan motor pada April 2026. Pemerintah berencana untuk memberikan insentif untuk kendaraan listrik guna meningkatkan daya saing dan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak.
Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya memperbaiki kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan meminta Menteri Keuangan untuk mengganti pimpinan jika dirasa tidak mampu memperbaikinya. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan mengevaluasi kinerja pimpinan Bea Cukai dan akan melaksanakan perintah Presiden jika diperlukan.
Dalam rangka meningkatkan kinerja ekonomi, pemerintah terus berupaya meningkatkan investasi, meningkatkan daya saing, dan memperkuat struktur ekonomi. Dengan demikian, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2027 dapat mencapai target yang telah ditetapkan.











