Ekonomi

IHSG Anjlok 8,35%, Analis Ungkap Penyebabnya dan Proyeksi Masa Depan

×

IHSG Anjlok 8,35%, Analis Ungkap Penyebabnya dan Proyeksi Masa Depan

Share this article
IHSG Anjlok 8,35%, Analis Ungkap Penyebabnya dan Proyeksi Masa Depan
IHSG Anjlok 8,35%, Analis Ungkap Penyebabnya dan Proyeksi Masa Depan

GemaWarta – 24 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 8,35% dalam sepekan terakhir, menutup di level 6.162,04. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk aliran dana investor yang keluar dari beberapa emiten dan kebijakan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) dan Bank Indonesia (BI).

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa pergerakan IHSG tertekan cukup dalam selama sepekan ini. Tekanan IHSG itu didorong oleh beberapa faktor, termasuk aliran dana investor yang keluar dari beberapa emiten dan FOMC Minutes yang menunjukkan bahwa the Fed masih cenderung hawkish karena gejolak Timur Tengah sehingga membuat inflasi Amerika Serikat masih berada di atas 2%.

🔖 Baca juga:
Kurs Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.775: Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Mata Uang Garuda?

IHSG juga menjadi indeks saham dengan performa terburuk sejak awal tahun hingga 22 Mei 2026 (year-to-date) dibandingkan negara lainnya. Dengan penurunan sebesar -28,74%, IHSG berada di peringkat keenam dibandingkan negara-negara ASEAN.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis bahwa IHSG akan kembali menguat pekan depan seiring perbaikan fundamental ekonomi nasional. Menurut dia, pergerakan IHSG berpotensi melesat pada pekan depan setelah sempat berada di kisaran level 5.900.

🔖 Baca juga:
Rekening 199 Wajib Pajak Diblokir Akibat Tunggakan Rp109,4 Miliar, Pemerintah Tingkatkan Penegakan Pajak

Purbaya juga menyatakan bahwa IHSG bisa menembus level 8.000, didasarkan pada membaiknya fundamental ekonomi nasional dan kinerja perusahaan yang dinilai semakin solid. Keyakinan ini didasarkan pada pergerakan IHSG yang sangat ditentukan oleh kondisi fundamental ekonomi dan kinerja emiten.

Kapitalisasi pasar BEI juga turun sebesar 10,07% menjadi Rp 10.635 triliun dari Rp 11.825 triliun pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun sebesar 6,5% menjadi 2,37 juta kali transaksi dari 2,53 juta kali transaksi pada pekan lalu.

🔖 Baca juga:
Hong Kong Goyang Ekonomi: Bursa Catat Profit Rekor, Defisit Perdagangan Terlebar Sejak 1952, dan Inisiatif AI Baru

Investor asing pada Jumat (22/5) kemarin mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 309,52 miliar. Sedangkan sepanjang tahun ini, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih mencapai Rp 41,63 triliun.

Dalam beberapa pekan terakhir, IHSG mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Namun, dengan perbaikan fundamental ekonomi nasional dan kinerja perusahaan yang semakin solid, IHSG diprediksi akan kembali menguat di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *