GemaWarta – 03 Juni 2026 | Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 merupakan cerminan konkret dari semangat persatuan yang menjadi inti dari nilai-nilai Pancasila.
Momen kebersamaan yang turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional tersebut sejalan dengan tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, yakni "Pancasila Pemersatu Bangsa dan Pondasi Perdamaian Dunia."
Menurut Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, hubungan antara Presiden Prabowo dan Megawati memiliki rentang sejarah yang panjang dalam perjalanan politik nasional. Meskipun dalam dinamika politik pernah berada pada posisi yang saling berhadapan, keduanya tetap memiliki kesamaan komitmen dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Selain itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P, Said Abdullah, menyebut ada tiga faktor yang membuat hubungan Megawati dan Prabowo tetap harmonis hingga kini. Faktor pertama adalah persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun. Bahkan, Megawati dan Prabowo pernah berpasangan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009.
Faktor kedua adalah hubungan keduanya dalam kapasitas sebagai tokoh negara. Saat ini, Megawati menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Faktor ketiga adalah kesamaan pandangan politik kebangsaan yang dimiliki Megawati dan Prabowo. Menurut Said, meski PDI-P memilih berada di luar pemerintahan sebagai partai penyeimbang, Prabowo tidak memandang posisi tersebut sebagai bentuk permusuhan politik.
Keakraban Prabowo dan Megawati pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini terekam dalam tayangan langsung dan sejumlah foto yang diunggah Sekretariat Presiden. Selain momen bergandengan tangan, keduanya juga terlihat menemui siswa sekolah dasar yang membawa bendera Merah Putih.
Dalam foto lain, Prabowo dan Megawati tampak berada di tengah "lautan" anak-anak yang mengibarkan bendera Indonesia. Ada pula foto yang memperlihatkan keduanya duduk berdampingan di salah satu ruangan Gedung Kementerian Luar Negeri, dengan latar foto para menteri luar negeri terdahulu.
Rangkaian foto tersebut memperlihatkan kedekatan yang semakin sering ditunjukkan kedua tokoh dalam berbagai kesempatan kenegaraan, maupun pertemuan pribadi.
Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Habiburokhman menanggapi kebersamaan Presiden Prabowo dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026). Menurutnya, kedua tokoh tersebut menunjukkan sikap saling menghormati, meski Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tak bergabung dalam koalisi pendukung pemerintah.
Menurut Habiburokhman, kritik yang dilontarkan kader-kader PDIP terhadap pemerintahan Prabowo memang sudah seharusnya. Namun, Megawati selaku ketua umum partai tersebut, tetap menjaga hubungannya demi membatasi polarisasi.
Di sisi lain, Bupati Klungkung, I Made Satria, meminta para Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru untuk responsif dan adaptif di tempat kerja. Satria dalam pelantikan itu meminta para PNS baru untuk mengubah kinerja yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa.
Dalam pelantikan 175 PNS di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Selasa (2/6/2026), Satria menekankan pentingnya melakukan inovasi agar tidak terjebak dalam rutinitas membosankan. Ia mengajak abdi negara yang baru saja diambil sumpah jabatan untuk bisa bekerja di luar kebiasaan.
Dalam kesimpulan, kebersamaan Prabowo dan Megawati dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 merupakan simbol persatuan bangsa yang kuat. Meskipun terdapat perbedaan pandangan politik, keduanya tetap memiliki komitmen yang sama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.











