Politik

Ribuan Buruh Geruduk DPR di May Day 2026: Aksi Spektakuler Bawa Rudal Kayu, Bendera One Piece, dan Tuntutan Upah Layak

×

Ribuan Buruh Geruduk DPR di May Day 2026: Aksi Spektakuler Bawa Rudal Kayu, Bendera One Piece, dan Tuntutan Upah Layak

Share this article
Ribuan Buruh Geruduk DPR di May Day 2026: Aksi Spektakuler Bawa Rudal Kayu, Bendera One Piece, dan Tuntutan Upah Layak
Ribuan Buruh Geruduk DPR di May Day 2026: Aksi Spektakuler Bawa Rudal Kayu, Bendera One Piece, dan Tuntutan Upah Layak

GemaWarta – 02 Mei 2026 | Jumat, 1 Mei 2026, menandai Hari Buruh Internasional, ribuan buruh mengalir ke depan Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta, dalam aksi yang menelan seluruh wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Massa yang diperkirakan mencapai 5.000 orang tiba sejak pukul 10.00 WIB, memadati area di bawah flyover Senayan sebelum melanjutkan long march menuju gerbang utama DPR. Keberadaan mereka menandai satu puncak demonstrasi sekaligus simbol perlawanan terhadap kebijakan ketenagakerjaan yang dianggap belum memadai.

Kelompok utama yang terlibat adalah Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dan Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK). Para pekerja mengenakan seragam merah dan biru, menampilkan spanduk‑spanduk berwarna cerah bertuliskan “May Day lawan kapitalisme, imperialisme, dan militerisme”, “Wujudkan upah, kerja, dan hidup layak”, serta “Cabut keanggotaan Indonesia dari Board Of Piece”. Di antara barisan, terlihat sejumlah peserta membawa replika rudal buatan kayu dan kertas yang dihiasi tulisan “Stop WAR”. Di sampingnya, sebuah bendera bergambar kapal dengan lambang One Piece berkibar, menambah nuansa kreatif namun tetap mengusung pesan politik.

🔖 Baca juga:
Raghav Chadha Ditinggal Jutaan Pengikut: Kontroversi Besar Setelah Bergabung dengan BJP

Selain simbol visual, para demonstran menyuarakan tuntutan konkret. Mereka menuntut agar DPR segera menyusun dan mengesahkan Undang‑Undang Ketenagakerjaan yang baru, mengingat putusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan sebagian Undang‑Undang Cipta Kerja. Tuntutan utama meliputi: peningkatan upah minimum, jaminan pesangon yang adil, perlindungan bagi pekerja migran, serta penghapusan kontrak kerja yang bersifat sementara. Daftar tuntutan tersebut dirangkum dalam sebuah

  • Upah layak dan terjamin
  • Jaminan kerja tetap
  • Perlindungan hak pekerja migran
  • Penghapusan klausul kontrak yang merugikan
  • Peninjauan kembali kebijakan outsourcing

Ketua Umum Konfederasi KASBI, Sunarno, menegaskan bahwa aksi ini merupakan respons langsung terhadap kondisi perburuhan yang “masih buruk”. Ia menambah bahwa “DPR diperintahkan untuk segera membentuk undang‑Undang Ketenagakerjaan yang baru, dan kami hadir di sini untuk menuntut keterlibatan serikat buruh dalam proses pembuatannya”. Di sisi lain, Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono, melaporkan bahwa personel gabungan telah dikerahkan untuk mengamankan area, dengan perkiraan masa aksi berakhir paling lambat pukul 17.30 WIB.

🔖 Baca juga:
Kontroversi Lantikan Anak Bupati Malang Jadi Kadis Lingkungan Hidup: PDIP Kecam Praktik Nepotisme

Aksi dimulai dengan orasi bergantian dari perwakilan KASBI, GEBRAK, serta unsur mahasiswa dan driver ojol. Setelah melaksanakan shalat Jumat secara bersamaan, massa melanjutkan demonstrasi dengan langkah teratur, menyiapkan pengeras suara untuk menyuarakan slogan-slogan solidaritas. Pada sore hari, demonstran menutup aksi dengan menyanyikan lagu-lagu kebersamaan yang menegaskan persatuan kelas pekerja, sambil tetap menjaga ketertiban dan menghindari konfrontasi dengan aparat.

Pengamanan yang ketat, termasuk penempatan mobil komando dan pengeras suara, memastikan aksi berjalan damai. Polisi mencatat tidak ada kasus penangkapan massal, meskipun beberapa individu sempat ditahan karena dugaan potensi kerusuhan. Secara keseluruhan, aksi ribuan buruh geruduk DPR ini tidak hanya menjadi sorotan media nasional, tetapi juga menegaskan kembali peran penting serikat pekerja dalam proses demokratis serta menambah tekanan pada pemerintah untuk mempercepat reformasi ketenagakerjaan.

🔖 Baca juga:
Cek Fakta: Benarkah Menhan Sjafrie Temui Menhan Jepang Usai Pentagon? Simak Analisis Lengkap Akses Udara AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *