BERITA

Mengenal Keutamaan Puasa Muharram dan Cara Menggabungkannya dengan Puasa Lain

×

Mengenal Keutamaan Puasa Muharram dan Cara Menggabungkannya dengan Puasa Lain

Share this article
Mengenal Keutamaan Puasa Muharram dan Cara Menggabungkannya dengan Puasa Lain
Mengenal Keutamaan Puasa Muharram dan Cara Menggabungkannya dengan Puasa Lain

GemaWarta – 06 Juni 2026 | Bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan mulia dalam Islam, menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan sunnah dan mendulang berlimpah pahala. Salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram adalah berpuasa sunnah. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa sunnah di bulan Muharram sebagai salah satu puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadhan.

Menurut hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw. bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim). Selain puasa sunnah yang dikhususkan pada bulan Muharram, terdapat puasa sunnah yang bisa dikerjakan secara rutin oleh umat Islam.

🔖 Baca juga:
Pentingnya Jadwal Sholat dan Imsak untuk Umat Islam

Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan saat memasuki Tahun Baru Islam adalah berpuasa pada hari pertama bulan Muharram. Mengenai keutamaan puasa pada pergantian tahun Hijriah, terdapat hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa pada hari akhir Dzulhijjah dan awal Muharram, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya, walaupun selama lima puluh tahun melakukannya.” (HR Ibnu Abbas).

Bagi mereka yang ingin melaksanakan puasa 1 Muharram, bacaan niatnya adalah: نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى. Selain itu, terdapat beberapa jenis puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Muharram, seperti puasa Tasu’ah, puasa Asyura, dan puasa Ayyamul Bidh.

🔖 Baca juga:
Libur Nasional Juni 2026: Daftar Lengkap Tanggal Merah dan Informasi Penting

Pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah puasa Dzulhijjah bisa digabung dengan puasa lainnya. Menggabungkan puasa sunnah dengan puasa sunnah lain diperbolehkan. Sementara penggabungan puasa wajib dengan puasa sunnah lebih baik dipisahkan dengan mendahulukan qadha, meskipun secara teknis puasa qadha yang dilaksanakan di hari-hari mulia tersebut tetap sah.

Dalam menjalankan puasa sunnah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal dan ibadah terutama pada hari-hari yang sangat dianjurkan. Dengan demikian, mereka dapat memperoleh keutamaan puasa sunnah dan meningkatkan kualitas ibadah mereka.

🔖 Baca juga:
Mengenal Puasa 1 Muharram dan Keutamaannya

Untuk mereka yang memiliki utang puasa Ramadhan, disarankan untuk melaksanakan qadha terlebih dahulu sebelum menjalankan puasa sunnah. Dengan cara ini, mereka dapat memenuhi kewajiban mereka dan memperoleh keutamaan puasa sunnah.

Dalam menjalankan puasa sunnah, penting untuk memahami hukum dan keutamaan yang terkait. Dengan demikian, umat Islam dapat memperoleh manfaat maksimal dari ibadah mereka dan meningkatkan kualitas hubungan mereka dengan Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *