GemaWarta – 07 Juni 2026 | Peraturan pajak baru di China telah mengubah wajah industri kendaraan listrik hibrida (PHEV). Dengan persyaratan yang lebih ketat, pemerintah China mendorong produsen untuk memproduksi kendaraan PHEV dengan jangkauan listrik yang lebih panjang. Sebelumnya, PHEV hanya perlu memiliki jangkauan listrik sekitar 27 mil (43 km) untuk memenuhi syarat diskon pajak. Namun, sejak Januari tahun ini, batas tersebut ditingkatkan menjadi 62 mil (100 km).
Akibatnya, banyak merek mewah Eropa seperti Audi, BMW, Mercedes-Benz, dan Jaguar Land Rover telah mengurangi atau bahkan menghentikan penjualan PHEV di China. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa banyak PHEV mereka tidak memenuhi persyaratan baru. Sementara itu, merek-merek China seperti Lynk & Co dan Geely-owned Volvo telah memanfaatkan kesempatan ini dengan memproduksi PHEV dengan jangkauan listrik yang lebih panjang.
Misalnya, Lotus Eletre hybrid yang baru saja diluncurkan memiliki jangkauan listrik sekitar 260 mil (420 km) berkat baterai sebesar 70 kWh. Ini jelas melebihi kemampuan PHEV merek Eropa yang masih dirancang dengan baterai kecil dan jangkauan listrik yang terbatas. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi pasar China, tetapi juga akan memengaruhi pasar Eropa dan Amerika dalam waktu dekat.
Dengan perubahan aturan pajak dan persyaratan yang lebih ketat, industri PHEV dipaksa untuk berinovasi dan meningkatkan kemampuan kendaraan mereka. Ini akan membawa dampak positif bagi lingkungan dan konsumen, karena kendaraan PHEV yang lebih efisien dan ramah lingkungan akan menjadi pilihan yang lebih menarik. Namun, bagi merek-merek yang tidak siap beradaptasi, ini bisa menjadi tantangan besar untuk tetap kompetitif di pasar yang terus berkembang.
Di akhir, perubahan ini menunjukkan bahwa China serius dalam mengurangi emisi gas buang dan mendorong penggunaan kendaraan listrik. Dengan memimpin pasar PHEV, China membuka jalan bagi negara-negara lain untuk mengikuti jejaknya. Konsumen dan lingkungan akan menjadi pemenang utama dari perubahan ini, karena mereka akan memiliki akses ke kendaraan yang lebih bersih, lebih efisien, dan lebih ramah lingkungan.











