Ekonomi

Saham Grup Barito Terbang, Prajogo Pangestu Rebut Lagi Takhta Orang Terkaya Indonesia

×

Saham Grup Barito Terbang, Prajogo Pangestu Rebut Lagi Takhta Orang Terkaya Indonesia

Share this article
Saham Grup Barito Terbang, Prajogo Pangestu Rebut Lagi Takhta Orang Terkaya Indonesia
Saham Grup Barito Terbang, Prajogo Pangestu Rebut Lagi Takhta Orang Terkaya Indonesia

GemaWarta – 23 Juli 2026 | Saham-saham Grup Barito mengalami kenaikan yang signifikan, sehingga pendirinya, Prajogo Pangestu, kembali menduduki posisi sebagai orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan daftar Forbes Real-Time Billionaires, kekayaan Prajogo melonjak menjadi US$28,6 miliar atau sekitar Rp512 triliun, melampaui pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong.

Lonjakan kekayaan tersebut terjadi seiring penguatan saham-saham emiten yang berada dalam kelompok usaha Barito selama beberapa hari terakhir. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), hingga PT Petrosea Tbk (PTRO) kompak mencatatkan kenaikan.

🔖 Baca juga:
IHSG Berpotensi Menguat Terbatas pada Rabu 22 April 2026, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Mengacu pada data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BRPT menguat sekitar 8,28% dalam sepekan, sementara BREN naik 6% dalam sehari. Di saat yang sama, CUAN melonjak 15,2% dalam sepekan dan CDIA terapresiasi 13,39%. Saham PTRO juga menguat 4,92%, sedangkan TPIA naik 1,33%.

Kenaikan kapitalisasi pasar emiten-emiten tersebut berdampak langsung terhadap valuasi kepemilikan saham Prajogo Pangestu, yang menjadi sumber utama pertumbuhan kekayaannya. Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires, kekayaan Prajogo kini mencapai US$28,6 miliar, menempatkannya di peringkat 84 orang terkaya dunia sekaligus kembali menjadi individu terkaya di Indonesia.

Sementara itu, Low Tuck Kwong berada di posisi kedua dengan total kekayaan US$20,2 miliar. Selisih kekayaan keduanya mencapai sekitar US$8,4 miliar atau setara Rp150 triliun.

Prajogo memperoleh sebagian besar kekayaannya dari kepemilikan di sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor petrokimia, energi, energi baru terbarukan, pertambangan, hingga jasa penunjang tambang. Portofolionya meliputi BRPT, BREN, TPIA, CUAN, serta perusahaan jasa pertambangan PTRO.

🔖 Baca juga:
Darma Henwa dan IHSG: Apa yang Terjadi di Bursa Saham Hari Ini?

Perubahan posisi dua konglomerat tersebut kembali menunjukkan besarnya pengaruh pergerakan harga saham terhadap daftar orang terkaya, terutama bagi pemegang saham pengendali perusahaan terbuka dengan kapitalisasi pasar besar.

Selain sektor energi dan petrokimia, daftar miliarder Indonesia juga memperlihatkan dominasi sektor perbankan, manufaktur, pusat data (data center), hingga barang konsumsi sebagai penyumbang utama kekayaan para pengusaha nasional.

Di bawah Prajogo dan Low Tuck Kwong, posisi ketiga ditempati pemilik Grup Djarum R. Budi Hartono dengan kekayaan US$19,6 miliar, disusul Michael Hartono sebesar US$18,9 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga diprediksi bergerak naik pada perdagangan hari ini. Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), hingga PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).

🔖 Baca juga:
IHSG Anjlok 3,54%: Saham PTRO, MEDC, dan DEWA Merah, Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan ini?

Saham-saham konglomerat juga berpesta saat IHSG menguat. Emiten milik Prajogo Pangestu menjadi penggerak utama penguatan pasar, disusul saham-saham Grup Bakrie, Haji Isam, Salim, Sinar Mas, hingga Hashim Djojohadikusumo yang sama-sama ditutup di zona hijau.

Investor asing juga kembali menyerok saham-saham di dalam negeri. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk menjadi emiten yang paling banyak dibeli oleh investor selama sesi tersebut.

Kesimpulan, kenaikan saham Grup Barito dan penguatan IHSG membawa Prajogo Pangestu kembali menjadi orang terkaya di Indonesia. Saham-saham konglomerat juga berpesta saat IHSG menguat, dan investor asing kembali menyerok saham-saham di dalam negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *