GemaWarta – 14 April 2026 | Serangan tajam Adhyaksa FC Banten pada pekan ke-24 Liga 2 musim 2025/2026 kembali menegaskan posisinya sebagai pemuncak klasemen sementara. Pada pertandingan yang digelar di Banten International Stadium, Serang, Minggu (12 April 2026), sang tim berhasil menumbangkan Persiraja Banda Aceh dengan skor tipis 4-3. Kemenangan tersebut menambah total poin Adhyaksa menjadi 47, mengungguli Garudayaksa FC yang berada di posisi kedua dengan 45 poin.
Performa gemilang Adhyaksa FC tidak lepas dari kontribusi beberapa pemain kunci. Empat gol yang tercipta berasal dari dua penyerang utama, sementara lini tengah berhasil mengatur tempo permainan dengan baik. Di sisi lain, Persiraja Banda Aceh meski sempat unggul di babak pertama, gagal menahan serangan balik agresif Adhyaksa di menit-menit akhir, sehingga harus menelan kekalahan yang mengurangi jarak poin mereka menjadi 10 poin dari puncak klasemen.
Sementara itu, Garudayaksa FC yang menempati posisi kedua berhasil menambah tiga poinnya pada laga melawan PSMS Medan di Stadion Pakansari, Bogor, pada Sabtu (11 April 2026). Dengan skor 1-0, Garudayaksa tetap berada dalam jarak sempit dengan pemimpin sementara. Kemenangan tersebut menegaskan persaingan ketat di puncak Liga 2, di mana selisih dua poin menjadi faktor penentu dalam pertempuran menuju promosi ke Liga 1.
Berikut rangkuman klasemen sementara setelah pekan ke-24:
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Adhyaksa FC Banten | 47 |
| 2 | Garudayaksa FC | 45 |
| 3 | FC Bekasi City | 38 |
| 4 | Sumsel United | 38 |
| 5 | Persiraja Banda Aceh | 37 |
| 6 | PSPS Pekanbaru | 31 |
| 7 | PSMS Medan | 31 |
| 8 | Persikad Depok | 30 |
| 9 | Persekat Tegal | 26 |
| 10 | Sriwijaya FC | 2 |
Di luar persaingan puncak, beberapa tim lain mengalami nasib yang kurang menguntungkan. Sriwijaya FC kembali menderita kekalahan 2-0 atas Persekat Tegal, menambah catatan buruk mereka dengan 22 kekalahan musim ini. Sementara Sumsel United, yang berada di peringkat keempat, terpaksa puas dengan hasil imbang 1-1 melawan FC Bekasi City pada Minggu (12 April 2026). Kekalahan dan hasil imbang tersebut menambah tekanan pada Sumsel United untuk mengamankan tiga pertandingan terakhir demi mempertahankan peluang promosi.
Pelatih kepala Sumsel United, Nilmaizar, tetap optimis meskipun berada 7 poin di belakang Garudayaksa. Ia menegaskan bahwa timnya akan memaksimalkan sisa laga yang tersisa, mengingat masih ada ruang untuk menutup jarak dengan dua tim teratas. “Kami akan berjuang sampai peluit akhir. Setiap poin sangat berharga,” ujar Nilmaizar dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Persiraja Banda Aceh, yang sebelumnya berada di posisi empat, kini turun ke posisi lima setelah kekalahan melawan Adhyaksa. Kekalahan 4-3 tersebut menandai penurunan performa tim yang sebelumnya sempat menunjukkan potensi kuat. Namun, manajer Persiraja menekankan pentingnya mengembalikan konsistensi di laga-laga mendatang.
Dengan tiga pekan lagi hingga akhir fase grup, kompetisi semakin memanas. Adhyaksa FC Banten berupaya menjaga kestabilan poinnya, sementara Garudayaksa FC bertekad memperkecil selisih. Kedua tim kini berada dalam situasi yang menuntut strategi matang, terutama dalam mengelola kebugaran pemain dan taktik menyerang.
Secara keseluruhan, Liga 2 musim ini menunjukkan dinamika persaingan yang intens, dengan beberapa tim berjuang keras untuk mengamankan tiket promosi, sementara yang lain berjuang menghindari degradasi. Pertarungan antara Adhyaksa FC Banten dan Garudayaksa FC menjadi sorotan utama, dan hasil akhir kompetisi kemungkinan besar akan ditentukan pada tiga laga terakhir.
Kesimpulannya, Adhyaksa FC Banten kini berada pada posisi yang menguntungkan dengan 47 poin, namun tidak boleh lengah. Garudayaksa FC, selisih dua poin, siap mengejar dan berpotensi menggulingkan pemimpin bila berhasil mempertahankan performa. Pertarungan ketat ini menambah warna bagi persaingan Liga 2, menjanjikan akhir musim yang dramatis bagi para penggemar sepakbola Indonesia.











