GemaWarta – 22 Juni 2026 | Mahasiswa dari berbagai universitas di Bali yang tergabung dalam Aksi Bali Bergerak berunjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Senin (22/6/2026). Mereka menyampaikan 16 tuntutan kepada pemerintah, mulai dari evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), hingga penguatan nilai tukar rupiah.
Salah satu tuntutan yang disuarakan ialah mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan harga BBM agar tidak membebani masyarakat. "Turunkan harga BBM agar masyarakat dapat beroperasi dan menjalankan mobilitasnya secara maksimal," jelas salah satu mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana.
Mahasiswa juga meminta pemerintah memperkuat nilai tukar rupiah yang dinilai masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat. "Dan yang paling penting kuatkan rupiah. Melihat fenomena yang terjadi saat ini rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika. Itu disebabkan kebijakan yang ugal-ugalan," sambungnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini harga Pertamax dan Pertamax Green 95 akan segera turun seiring anjloknya harga minyak mentah dunia pasca kesepakatan damai AS-Iran. "Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun sehingga pondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat," jelas Purbaya.
Per hari ini, Senin, 22 Juni 2026, seluruh harga BBM di semua operator SPBU tidak mengalami perubahan. Harga BBM masih mengacu pada penyesuaian yang dilakukan semua operator SPBU pada 10 Juni lalu.
Adapun harga BBM terbaru di SPBU Pertamina per 22 Juni 2026 adalah sebagai berikut: Solar (CN 48) dijual Rp6.800 per liter, Pertalite (RON 90) dijual Rp10.000 per liter, Pertamax (RON 92) dijual Rp16.250 per liter, Pertamax Green (RON 95) dijual Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) dijual Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) dijual Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) dijual Rp24.800 per liter.
Di sisi lain, klaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia keluarkan pernyataan harga Pertamax jadi Rp 10.500 per liter karena minyak dunia turun tidak benar. "Tidak benar," kata Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kesimpulan, harga BBM masih menjadi isu yang hangat dibicarakan oleh masyarakat, terutama setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi pada Juni 2026. Mahasiswa Bali meminta pemerintah untuk menurunkan harga BBM dan memperkuat nilai tukar rupiah. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini harga Pertamax dan Pertamax Green 95 akan segera turun seiring anjloknya harga minyak mentah dunia.











