GemaWarta – 28 Juni 2026 | Lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya lima peserta tersebut.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan bahwa kelima peserta tersebut telah memperoleh penanganan medis sesuai prosedur sejak mengalami gangguan kesehatan. Penyebab meninggalnya lima peserta tidak sama, masing-masing disebabkan oleh kondisi medis yang berbeda.
Kemhan juga menegaskan bahwa pendidikan dasar SPPI tidak memuat aktivitas fisik berat dan keikutsertaan peserta dalam pelatihan bela negara bersifat sukarela sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kemampuan manajerial. Aktivitas fisik yang diberikan kepada peserta masih berada dalam kategori ringan, seperti senam, jalan kaki, peraturan baris-berbaris (PBB), dan Peraturan Penghormatan Militer (PPM).
Selain itu, Kemhan juga memberikan santunan sebesar Rp 50 juta kepada masing-masing keluarga dari lima peserta SPPI yang meninggal dunia saat mengikuti latsarmil calon manajer Kopdes. Kemhan berjanji untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program guna memperkuat aspek kesehatan dan keselamatan peserta.
Dalam konferensi pers, Kapus Komcad Bacadnas Kemhan Brigjen TNI Hengki Yuda menjelaskan bahwa proses latihan ini atau pendidikan ini ada proses dari tahap pertama adalah penanaman disiplin atau national building melalui bela negara. Aktivitas fisik yang diberikan kepada peserta masih berada dalam kategori ringan, seperti senam, jalan kaki, peraturan baris-berbaris (PBB), dan Peraturan Penghormatan Militer (PPM).
Menurut Hengki, program tersebut lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, disiplin, dan semangat bela negara. Selain pembinaan karakter, peserta juga dibekali kemampuan manajerial untuk mendukung tugas sebagai calon manajer program pemerintah.
Kemhan berharap bahwa program ini dapat membentuk calon manajer yang kompeten dan memiliki integritas yang tinggi. Dengan demikian, diharapkan program ini dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.
Kesimpulan, lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer calon manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Kemhan menyampaikan belasungkawa dan berjanji untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program guna memperkuat aspek kesehatan dan keselamatan peserta.











