HUKUM

Kresna Life dan Sindikat Judi Online: Apakah Ini Awal dari Masa Depan yang Lebih Baik?

×

Kresna Life dan Sindikat Judi Online: Apakah Ini Awal dari Masa Depan yang Lebih Baik?

Share this article
Kresna Life dan Sindikat Judi Online: Apakah Ini Awal dari Masa Depan yang Lebih Baik?
Kresna Life dan Sindikat Judi Online: Apakah Ini Awal dari Masa Depan yang Lebih Baik?

GemaWarta – 30 Juni 2026 | Baru-baru ini, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap sindikat judi online internasional yang bermarkas di Plaza Perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Sindikat ini menyamarkan kegiatannya dengan mengaku sebagai perusahaan teknologi dan pemasaran digital. Bareskrim Polri menangkap 321 WNA di Plaza Hayam Wuruk dan menetapkan 287 WNA sebagai tersangka.

Sindikat judi online ini mengoperasikan ratusan situs atau web judi online dan melakukan promosi melalui media sosial. Mereka juga menggunakan rekening nominee, pemanfaatan aset digital, dan USDT (token untuk beli cripto) untuk transaksi. Dalam penindakan tersebut, polisi juga menemukan dokumen keimigrasian berupa visa, izin kerja, izin masuk kembali, dan dokumen tinggal milik para WNA yang berada di Indonesia.

🔖 Baca juga:
Suspensi BEI atas Lonjakan Spektakuler Saham WBSA: Harga Meroket 691% di Tengah Gejolak Rupiah dan Minyak

Di sisi lain, otoritas pasar modal dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) harus segera menindaklanjuti catatan yang disampaikan Morgan Stanley Capital International (MSCI). MSCI memberi catatan penting terkait transparansi kepemilikan saham, validitas free float, dan dugaan coordinated trading yang dinilai dapat memengaruhi persepsi investability pasar Indonesia.

Pengamat Hukum dan Pembangunan Hardjuno Wiwoho mengatakan bahwa status Indonesia sebagai negara emerging market dipertahankan, tetapi perlu diperhatikan alasan lembaga tersebut terus mengevaluasi tata kelola pasar modal RI. Dunia internasional ingin melihat apakah pasar modal Indonesia benar-benar bergerak menuju transparansi yang lebih baik atau justru masih menghadapi persoalan yang sama dari tahun ke tahun.

🔖 Baca juga:
Rebalancing MSCI: Dian Swastatika Sentosa dan BREN Terancam Dihapus dari Indeks

Polri juga berhasil menangkap buron kasus penipuan asal China, Zheng Rongjing, di Bandara Soekarno-Hatta. Zheng merupakan buron kasus penipuan daring atau online scam internasional. Penangkapan ini dilakukan setelah Polri menerima permintaan untuk menangkap Zheng jika masuk ke RI dari NCB Beijing sejak Maret lalu.

Kasus Kresna Life yang melibatkan Michael Steven juga masih hangat dibicarakan. Kasus ini melibatkan kerugian besar bagi pemegang polis dan investor. Hardjuno Wiwoho menilai bahwa kepercayaan merupakan modal utama dalam pembangunan pasar modal modern. Investor global tidak hanya menghitung tingkat keuntungan, tetapi juga menilai apakah suatu negara memiliki sistem hukum yang mampu menjamin keterbukaan informasi, perlakuan yang setara bagi seluruh pelaku pasar, serta penegakan aturan yang konsisten.

🔖 Baca juga:
MSCI Turunkan Nilai Transparansi Bursa, Bagaimana Dampak ke Status Market RI?

Di akhir, kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa Indonesia perlu memperhatikan tata kelola pasar modal dan meningkatkan transparansi, kepastian hukum, dan perlindungan investor. Dengan demikian, Indonesia dapat mempertahankan status sebagai negara emerging market dan meningkatkan kepercayaan investor global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *