GemaWarta – 22 April 2026 | Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco, pada Selasa (21/4/2026) di Kompleks Parlemen Senayan secara tegas menepis beredarnya isu merger antara Gerindra dan Partai NasDem. Dasco menegaskan tidak ada pembicaraan resmi mengenai fusi atau merger, sekaligus mengungkap kebingungan yang muncul di internal partai. “Seperti yang disampaikan oleh NasDem, kami tidak pernah ada pembicaraan seperti itu,” ujarnya, menambah bahwa dirinya heran dari mana kabar tersebut pertama kali muncul.
Dasco mengaku, saat mendengar rumor itu, internal Gerindra berada dalam kondisi bimbang. Beberapa kader menanyakan arah politik partai ke depan, mengingat spekulasi tersebut dapat menimbulkan ketidakpastian bagi pemilih. “Kita juga apa namanya, begitu dengar juga kita bingung sebenarnya dari mana. Tapi karena NasDem juga sudah duluan menjelaskan karena subjeknya NasDem, ya kita pikir sudah cukup,” tambah Dasco.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menyatakan bahwa ia baru mendengar isu tersebut pada pertengahan April. “Saya kaget juga ya, baru mencuat terkait dengan soal isu fusi. Bahkan dalam bahasa politik itu kan fusi ya, bukan merger, bukan akuisisi,” jelasnya dalam konferensi pers yang sama.
Menurut Saan, konsep fusi dalam dunia politik bukan hal baru. Ia mengingatkan bahwa pada tahun 1973 terjadi penyederhanaan partai melalui fusi, dimana sejumlah partai kecil dilebur menjadi tiga partai besar. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa jika ada wacana fusi antara Gerindra dan NasDem, hal itu harus dibahas secara terbuka dan melalui prosedur yang berlaku.
Berbagai pihak politik menanggapi pernyataan Dasco dan Saan dengan sikap hati-hati. Beberapa pengamat politik menilai bahwa spekulasi merger atau fusi antara dua partai besar seperti Gerindra dan NasDem dapat menjadi strategi politik untuk memperkuat posisi di DPR, terutama menjelang pemilihan umum berikutnya. Namun, tanpa adanya kesepakatan formal, spekulasi tersebut hanya akan menambah ketidakpastian.
- Dasco menegaskan tidak ada pembicaraan merger.
- Saan Mustopa baru mendengar isu fusi.
- Sejarah fusi partai di Indonesia pernah terjadi pada 1973.
- Spekulasi dapat memengaruhi persepsi pemilih.
Di sisi lain, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, belum memberikan komentar resmi terkait isu ini. Namun, dalam pertemuan sebelumnya dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, di Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, pada Maret 2023, kedua pemimpin partai menyinggung kemungkinan kerja sama strategis, tanpa menyebutkan merger.
Dengan situasi yang masih belum jelas, internal Gerindra tetap berada dalam fase evaluasi. Para kader diminta untuk fokus pada agenda partai, termasuk penyusunan program kerja dan persiapan legislasi, sambil menunggu kepastian resmi dari pimpinan partai. Bagi publik, klarifikasi Dasco menjadi poin penting untuk menilai arah politik Gerindra ke depan.
Kesimpulannya, hingga ada pernyataan resmi dari kedua partai, isu merger Gerindra NasDem tetap berada pada ranah spekulasi. Dasco berkomitmen menjaga stabilitas internal partai, sementara NasDem menegaskan belum ada pembicaraan formal. Dinamika politik ini akan terus dipantau menjelang pemilihan umum berikutnya.









