GemaWarta – 14 Juli 2026 | Garuda Indonesia, salah satu maskapai penerbangan nasional, akan mengubah aturan bagasi gratis mulai 1 September 2026. Perubahan ini akan mengubah sistem berbasis berat menjadi sistem berbasis jumlah koper. Artinya, jatah bagasi gratis penumpang tidak lagi dihitung berdasarkan total berat bagasi, melainkan berdasarkan jumlah koper yang dapat dibawa dengan batas berat maksimum untuk setiap koper.
Kebijakan baru ini berlaku untuk seluruh tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai 1 September 2026 sebagai dasar perhitungan free baggage allowance pada seluruh penerbangan yang dioperasikan maskapai. Sementara itu, penumpang yang telah membeli atau memiliki tiket yang diterbitkan sebelum 1 September 2026 tetap mengikuti ketentuan bagasi yang tercantum pada tiket, meskipun jadwal penerbangannya berlangsung setelah kebijakan piece concept mulai diberlakukan.
Di lain pihak, Garuda Indonesia juga berhasil menyelesaikan operasional penerbangan haji 1447 H/2026 dengan baik. Mereka berhasil melayani 102.705 jemaah dengan on time performance (OTP) kumulatif mencapai 94,3 persen. Penerbangan terakhir GA-1443 dari Madinah mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada 1 Juli 2026.
Sementara itu, TransNusa membuka rute penerbangan langsung Denpasar, Bali, menuju Phuket, Thailand, sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan internasional. Rute baru ini menghubungkan dua destinasi wisata unggulan di kawasan Asia Tenggara.
Di bidang keamanan, petugas Aviation Security (Avsec) PT Angkasa Pura Indonesia berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika golongan I jenis ganja kering di Bandara Internasional Sentani. Seorang calon penumpang Lion Air yang akan berangkat dari Bandara Sentani tujuan Sorong, Papua Barat Daya, ditangkap karena berupaya menyelundupkan 2,6 kilogram ganja kering.
Dalam beberapa waktu terakhir, penerbangan di Indonesia semakin meningkat, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun ketepatan waktu. Maskapai-maskapai penerbangan berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang. Dengan demikian, diharapkan industri penerbangan di Indonesia dapat semakin berkembang dan menjadi salah satu yang terbaik di Asia Tenggara.











