GemaWarta – 11 Mei 2026 | Penerbangan haji 2026 yang dikelola oleh InJourney Airports telah mencapai ketepatan waktu keberangkatan sebesar 96 persen. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R Pahlevi, yang menyatakan bahwa penyelenggaraan penerbangan haji di 14 bandara yang dikelola oleh InJourney Airports berjalan lancar.
Menurut Pahlevi, sebanyak 126.097 jemaah calon haji telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui 14 bandara tersebut, dengan total penerbangan haji mencapai 322 penerbangan. Dari total penerbangan itu, sebanyak 310 penerbangan tepat waktu, sehingga secara kumulatif OTP penerbangan keberangkatan haji di 14 bandara mencapai 96 persen.
Pahlevi juga menyampaikan bahwa tingginya OTP tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan kelancaran operasional penerbangan haji. Seluruh pihak telah melakukan perencanaan dan koordinasi dengan baik, mulai dari proses di asrama haji, perjalanan menuju bandara, hingga layanan keberangkatan di bandara dan proses naik ke pesawat.
Sementara itu, maskapai Delta Air Lines telah mengumumkan akan menghentikan layanan makanan ringan dan minuman gratis pada penerbangan dengan jarak di bawah 350 mil atau sekitar 563 kilometer, mulai 19 Mei 2026. Penumpang di penerbangan singkat nantinya tidak lagi mendapatkan soda maupun snack gratis seperti sebelumnya.
Di sisi lain, maskapai Korea Selatan memangkas 900 penerbangan pulang pergi serta menerapkan cuti tanpa gaji dan langkah darurat lain akibat kenaikan harga bahan bakar yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Insiden kebakaran pesawat Turkish Airlines juga terjadi di Bandara Internasional Tribhuvan di Nepal, yang menyebabkan operasional penerbangan di bandara tersebut terhenti selama 98 menit.
Kesimpulan, penerbangan haji 2026 yang dikelola oleh InJourney Airports telah mencapai ketepatan waktu keberangkatan sebesar 96 persen. Sementara itu, maskapai Delta Air Lines menghentikan layanan makanan ringan dan minuman gratis pada penerbangan dengan jarak di bawah 350 mil, dan maskapai Korea Selatan memangkas 900 penerbangan pulang pergi akibat kenaikan harga bahan bakar.









