Ekonomi

Saham di Asia Melemah, Dipengaruhi Penurunan Saham Chip dan Ketegangan Geopolitik

×

Saham di Asia Melemah, Dipengaruhi Penurunan Saham Chip dan Ketegangan Geopolitik

Share this article
Saham di Asia Melemah, Dipengaruhi Penurunan Saham Chip dan Ketegangan Geopolitik
Saham di Asia Melemah, Dipengaruhi Penurunan Saham Chip dan Ketegangan Geopolitik

GemaWarta – 17 Juli 2026 | Saham di Asia melemah pada perdagangan hari ini, dipengaruhi oleh penurunan saham chip dan ketegangan geopolitik. Indeks saham utama di Asia, seperti Nikkei 225 di Jepang dan Kospi di Korea Selatan, mengalami penurunan. Sementara itu, indeks saham di Amerika Serikat, seperti Dow Jones dan S&P 500, juga mengalami penurunan.

Penurunan saham chip menjadi salah satu penyebab utama melemahnya indeks saham di Asia. Saham produsen chip seperti Samsung Electronics dan SK Hynix mengalami penurunan tajam. Sementara itu, saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) juga mengalami penurunan meskipun melaporkan laba kuartalan yang meningkat.

🔖 Baca juga:
Direktorat Jenderal Pajak Gencarkan Digitalisasi dan Pengawasan: BPK, Coretax, dan Insentif Baru Dorong Kepatuhan

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran juga menjadi faktor yang mempengaruhi sentimen investor. Perdagangan saham di Asia dipengaruhi oleh ketidakpastian ini, sehingga menyebabkan indeks saham melemah.

Di sisi lain, perusahaan seperti Adidas dan Nike juga terkena dampak dari persaingan bisnis yang ketat. Adidas berhasil mendapatkan eksposur yang besar dalam Piala Dunia 2026, sementara Nike tidak berhasil memamerkan logonya dalam pertandingan final.

🔖 Baca juga:
Orang Terkaya Indonesia 2026: Daftar Lengkap dan Analisis Forbes

Sementara itu, PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) juga melakukan transaksi penjualan saham. Perusahaan ini melepas 900 juta saham yang dimiliki oleh PT Deli Putra Bangsa. Meskipun demikian, perusahaan ini memastikan bahwa transaksi tersebut tidak akan berdampak pada struktur permodalan dan jumlah saham beredar.

Dalam beberapa waktu terakhir, saham-saham chip semakin menentukan arah pergerakan indeks-indeks utama Wall Street, terutama Nasdaq yang didominasi saham teknologi. Hal ini disebabkan oleh besarnya bobot saham chip di dalam S&P 500, yang telah meningkat menjadi lebih dari 20%.

🔖 Baca juga:
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Gaji Menkeu Lebih Rendah, Berat Badan Turun 10 Kg

Untuk itu, investor perlu waspada dan memantau perkembangan saham dengan seksama. Mereka juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi sentimen investor, seperti ketegangan geopolitik dan persaingan bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *