Pendidikan

Golden Ticket Unesa 2026 Buka Peluang Gratis SPI, UKT, dan Inklusi Disabilitas di UTBK

×

Golden Ticket Unesa 2026 Buka Peluang Gratis SPI, UKT, dan Inklusi Disabilitas di UTBK

Share this article
Golden Ticket Unesa 2026 Buka Peluang Gratis SPI, UKT, dan Inklusi Disabilitas di UTBK
Golden Ticket Unesa 2026 Buka Peluang Gratis SPI, UKT, dan Inklusi Disabilitas di UTBK

GemaWarta – 23 April 2026 | Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menegaskan komitmennya sebagai “Rumah Para Juara” dengan membuka serangkaian program inklusif bagi calon mahasiswa dan mahasiswa aktif. Jalur Golden Ticket 2026 kini masih menerima pendaftaran hingga 8 Mei 2026, memberikan kebebasan biaya Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama delapan semester bagi pelajar berprestasi di bidang akademik, olahraga, seni, tilawatil Qur’an, MTQ, maupun kreator konten.

Proses pendaftaran Golden Ticket dapat dilakukan secara daring melalui portal goldenticket.unesa.ac.id. Calon peserta diminta mengisi data pribadi, mengunggah maksimal tiga sertifikat prestasi terbaik, dan memilih program studi S1 atau D4 yang diinginkan, kecuali Fakultas Kedokteran yang hanya menerima prestasi akademik. Setelah verifikasi administratif, peserta akan diundang ke grup WhatsApp panitia dan diwajibkan mengikuti wawancara daring via Zoom. Pengumuman akhir disampaikan melalui laman resmi pendaftaran, dan peserta yang lolos harus mengonfirmasi pilihan prodi melalui SPMB Prestasi.

🔖 Baca juga:
Kontroversi Lagu “Erika” Pecah di ITB: Evaluasi Budaya, Etika Digital, dan Upaya Cegah Kekerasan Seksual Kampus

Di samping jalur prestasi, Unesa juga menonjolkan kebijakan inklusif dalam penyelenggaraan UTBK SNBT 2026. Empat peserta tunanetra berhasil mengikuti ujian dalam sesi khusus disabilitas pada 23 April 2026. Fasilitas yang disediakan mencakup ruang khusus, pendamping, serta teknologi audio berbasis perangkat lunak Non Visual Desktop Access (NVDA) yang mengubah tampilan visual menjadi suara. Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Unesa menyiapkan perangkat cadangan sebanyak 50 persen dari total peserta untuk mengantisipasi gangguan teknis.

Seorang peserta, Shakina Aliya Bilbina asal Mojokerto, memilih Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) sebagai pilihan pertama. Ia menyatakan motivasinya ingin membantu anak-anak tunanetra belajar braille. Seleksi berbasis asesmen melibatkan psikolog, tim disabilitas, dan tim akademik untuk memastikan setiap calon mahasiswa dapat mengikuti proses belajar dengan optimal sesuai kondisi masing-masing.

🔖 Baca juga:
Gubernur Jawa Barat Kirim Siswa Penghina Guru ke Barak Militer: Sanksi Kerja Sosial Jadi Jalan Pendidikan Karakter

Tak hanya menyiapkan sarana ujian yang ramah disabilitas, Unesa juga menggelar program edukasi literasi keuangan bagi mahasiswa pada 23 April 2026. Kegiatan ini merespons data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang menunjukkan kesenjangan antara tingkat inklusi (80,51%) dan literasi (66,46%) di Indonesia, terutama di kalangan Gen Z usia 18‑25 tahun. Narasumber utama, Wildan Kesuma, Head of Corporate Affairs Easycash, menekankan pentingnya pemahaman mendalam dalam penggunaan layanan fintech. Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan arus kas, pengenalan layanan keuangan legal, serta strategi menjaga reputasi kredit.

Mirzan Hasan, Director of General Financial Planning Program IARFC Indonesia, menyoroti tantangan keuangan mahasiswa yang sering terjebak dalam lifestyle inflation. Ia menekankan pentingnya pencatatan arus kas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta penggunaan pinjaman secara produktif. Dengan akses edukasi digital yang mudah, diharapkan generasi muda dapat membuat keputusan keuangan yang lebih bijak.

🔖 Baca juga:
Biaya Kuliah SSU ITB 2026: Rincian UKT, IPI, dan Beasiswa yang Perlu Kamu Tahu

Berbagai inisiatif Unesa ini mencerminkan strategi holistik dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi, memperluas peluang bagi talenta unggul, serta memastikan lingkungan belajar yang inklusif bagi semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas. Kebijakan bebas biaya SPI dan UKT melalui Golden Ticket, dukungan teknologi audio untuk tunanetra, serta program literasi keuangan, semuanya dirancang untuk menyiapkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan ekonomi global.

Keberhasilan pelaksanaan program ini juga didukung oleh koordinasi lintas unit di Unesa, mulai dari Kasubdit Admisi, Tim TIK, hingga departemen keuangan. Dengan pendekatan berbasis data dan fokus pada kebutuhan khusus, universitas berharap dapat menarik lebih banyak pelamar berprestasi, meningkatkan rasio keberagaman, dan memperkuat reputasi sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif dan inovatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *