GemaWarta – 23 Juli 2026 | Prajogo Pangestu, pendiri Grup Barito, kembali menduduki posisi sebagai orang terkaya di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh peningkatan saham-saham Grup Barito yang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan daftar Forbes Real-Time Billionaires, kekayaan Prajogo melonjak menjadi US$28,6 miliar atau sekitar Rp512 triliun, melampaui pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong.
Saham-saham emiten yang berada dalam kelompok usaha Barito, seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), hingga PT Petrosea Tbk (PTRO) mengalami kenaikan.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga mendapatkan pinjaman jumbo senilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 5,36 triliun dari Bangkok Bank untuk mengembangkan dua proyek panas bumi, yakni Suoh Sekincau di Sumatera dan Hamiding di Maluku.
Grup Barito juga melakukan akuisisi terhadap PT Kemilau Mulia Sakti (KMS), anak usaha PT Petrosea Tbk (PTRO), untuk mengambil alih 99% saham KMS. Akuisisi ini memberi Grup Barito akses langsung ke tambang batu bara milik PTRO di Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Dengan demikian, Prajogo Pangestu kembali menjadi orang terkaya di Indonesia, dengan kekayaan yang mencapai US$28,6 miliar. Saham-saham Grup Barito juga terus mengalami peningkatan, sehingga membuat Prajogo semakin kuat dalam posisinya sebagai orang terkaya di Indonesia.









