GemaWarta – 29 Juli 2026 | Baru-baru ini, beberapa kecelakaan kereta api telah terjadi di Indonesia, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Kecelakaan-kecelakaan ini telah meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, termasuk menutup perlintasan liar dan mengembangkan teknologi baru.
KAI telah menutup 42 perlintasan liar di Daop 6 Yogyakarta sejak tahun 2023 hingga Juli 2026. Penutupan perlintasan liar ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Selain itu, KAI juga telah menertibkan 107 perlintasan sebidang liar di Sumatera Utara dan 24 perlintasan sebidang liar di Palembang.
KAI juga telah mengembangkan teknologi Automatic Train Protection (ATP) untuk mencegah kecelakaan kereta api. Teknologi ini dapat mencegah pelanggaran sinyal, mengawasi kecepatan, dan menyampaikan informasi operasional kepada masinis. Pengembangan teknologi ATP ini merupakan langkah nyata KAI dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Di samping itu, KAI juga telah bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan teknologi baru. KAI dan BRIN telah menyusun roadmap pengembangan ATP yang ditargetkan memasuki tahap uji lapangan hingga triwulan II 2027. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan mengurangi risiko kecelakaan.
Kesimpulan, upaya pencegahan kecelakaan kereta api dan pengembangan teknologi baru merupakan langkah-langkah yang penting untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. KAI telah mengambil langkah-langkah yang nyata untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, termasuk menutup perlintasan liar dan mengembangkan teknologi baru. Dengan demikian, diharapkan keselamatan perjalanan kereta api dapat ditingkatkan dan risiko kecelakaan dapat dikurangi.











