GemaWarta – 02 Agustus 2026 | Elektabilitas Partai Demokrat telah meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Menurut survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Partai Demokrat kini berada di posisi kelima nasional dengan tingkat keterpilihan sebesar 8,1 persen. Ini merupakan kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan periode survei sebelumnya yang berada di angka 6,4 persen.
Kenaikan ini disambut positif oleh Juru Bicara DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah, Talitti Paluge. Menurutnya, kinerja para kader di jajaran eksekutif menjadi titik di balik melesatnya elektabilitas Partai Demokrat. Talitti menjelaskan bahwa ketika kader tampil maksimal dan programnya dirasakan langsung oleh masyarakat, kepercayaan publik otomatis meningkat.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengumumkan pemotongan tambahan penghasilan pegawai (TPP) ASN sebesar 20 persen bagi eselon I-IV dan 10 persen bagi staf PNS dan PPPK. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan fiskal daerah di tengah peningkatan belanja pegawai.
Di lain pihak, survei SMRC juga menunjukkan bahwa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memimpin elektabilitas tertinggi calon presiden apabila pemilihan umum digelar saat ini. Dedi Mulyadi memperoleh dukungan sebesar 35 persen, unggul atas Presiden Prabowo Subianto yang berada di posisi kedua dengan elektabilitas 14,5 persen.
Elektabilitas Dedi Mulyadi meningkat dari 19,7 persen pada survei November 2025 menjadi 35 persen pada Juli 2026. Sementara itu, elektabilitas Prabowo menurun dari 34,9 persen pada survei November 2025 menjadi 14,5 persen pada Juli 2026.
Kesimpulan dari survei ini menunjukkan bahwa dinamika politik di Indonesia terus berubah. Partai Demokrat dan tokoh-tokoh seperti Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto terus bergerak untuk memperkuat posisi mereka dalam percaturan politik nasional.











