Bisnis

Dony Oskaria: KAI Bisa Lolos dari Kerugian Akibat Proyek Whoosh

×

Dony Oskaria: KAI Bisa Lolos dari Kerugian Akibat Proyek Whoosh

Share this article

GemaWarta – 06 Agustus 2026 | Dony Oskaria, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, memastikan penurunan kinerja keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akibat proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh bisa segera ditangani.

Hal ini menyusul keputusan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengambil alih seluruh saham BUMN di proyek Whoosh. Kepemilikan saham BUMN di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku pengelola Whoosh tercatat dalam payung PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

🔖 Baca juga:
DPR PDIP Kecelakaan Kereta Bekasi: Tuduh Kegagalan Sistemik, Desak Evaluasi Menyeluruh KAI

PSBI adalah konsorsium BUMN yang terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) atau PTPN VIII. PSBI mengantongi 60 persen saham di KCIC.

Di dalam PSBI, KAI adalah pemegang saham mayoritas, yakni 58,53 persen. Kemudian, WIKA mengantongi 33,36 persen saham PSBI, Jasa Marga 7,08 persen, dan PTPN 1,03 persen.

Besarnya kepemilikan saham KAI di proyek Whoosh turut mempengaruhi kinerja BUMN tersebut. Berdasarkan laporan keuangan semester I-2026 KAI Group yang belum diaudit, perusahaan membukukan laba bersih Rp305,37 miliar, turun 74,12 persen dibandingkan laba bersih pada semester I-2025 yang sebesar Rp1,18 triliun.

Penurunan laba itu dipicu oleh rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama, senilai Rp2,99 triliun, naik tiga kali lipat dari semester I-2025 yang sebesar Rp948,19 miliar. Adapun penyumbang terbesarnya adalah PSBI.

Padahal, pada semester I-2026, KAI berhasil membukukan pendapatan hingga Rp17,96 triliun, tumbuh 6,61 persen secara year on year (yoy). Dengan diambil alih oleh Kemenkeu, maka PSBI akan melepas seluruh saham di KCIC.

Pengelolaan Whoosh juga akan dilakukan oleh Kemenkeu melalui entitas Special Mission Vehicle atau SMV-nya. Nantinya, akan ada dua SMV Kemenkeu yang menjadi perwakilan Indonesia dalam daftar pemegang saham di KCIC.

🔖 Baca juga:
Purbaya Akui Tak Tahu Asal Dana Gaji Manajer Kopdes Merah Putih, APBN Hanya Bayar Cicilan 40 Triliun per Tahun

Dony Oskaria juga menyampaikan bahwa Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) telah menyusun peta jalan (road map) BUMN dalam lima tahun ke depan. Setiap tahunnya dalam lima tahun itu, ada misi utama yang disiapkan.

Untuk tahun ini, fokus yang akan dilaksanakan adalah transformasi BUMN, yaitu dengan konsolidasi atau streamlining, yang juga mencakup kinerja. Hal itu diungkapkan oleh Dony Oskaria usai menemui Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungannya terhadap proses konsolidasi BUMN melalui pemberian relaksasi perpajakan yang secara khusus ditujukan bagi transaksi konsolidasi.

“Kita izinkan konsolidasi di Danantara tidak dikenakan pajak untuk yang konsolidasi-konsolidasi ya. Jadi bisa smooth konsolidasi,” ujar Purbaya.

COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria menargetkan laporan keuangan Danantara tuntas dalam 1-2 bulan ke depan, setelah mengonsolidasikan laporan keuangan dari ribuan BUMN.

Dony mengatakan pihaknya melakukan konsolidasi lebih dari 1.000 perusahaan, sehingga membutuhkan waktu. Dalam prosesnya, kata dia, akan ada laporan keuangan yang dieliminasi.

🔖 Baca juga:
PPN Jalan Tol: Ancaman Kenaikan Tarif dan Beban Konsumen di Tengah Rencana Pemerintah

“Nah, eliminasi laporan ini, 1.000 itu membutuhkan waktu,” kata Dony.

Ia pun memastikan laporan keuangan Danantara yang akan dipublikasikan sudah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Oh iya, diaudit BPK,” ucapnya.

Dony mengungkapkan laporan keuangan Danantara saat ini tengah memasuki tahapan praaudit sebagai bagian dari proses penyusunan laporan keuangan.

Selain itu, Danantara juga menggandeng konsultan keuangan untuk menyusun struktur akun (chart of accounts) agar laporan keuangan konsolidasi dapat disusun sesuai standar yang berlaku.

Kesimpulan, Dony Oskaria memastikan penurunan kinerja keuangan KAI akibat proyek Whoosh bisa segera ditangani setelah Menteri Keuangan mengambil alih seluruh saham BUMN di proyek tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *