Politik

Survei SMRC: Elektabilitas PSI 4,1 Persen, Ahmad Ali: Target Kami Menang Besar

×

Survei SMRC: Elektabilitas PSI 4,1 Persen, Ahmad Ali: Target Kami Menang Besar

Share this article

GemaWarta – 06 Agustus 2026 | Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menempatkan elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di angka 4,1 persen. Angka tersebut menandai posisi PSI yang mulai diperhitungkan dalam peta persaingan politik nasional.

Namun, bagi Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali, capaian itu belum cukup untuk dirayakan. Menurutnya, angka 4,1 persen masih jauh dari target yang ingin dicapai partainya.

🔖 Baca juga:
Penerimaan Pajak Naik 24,6 Persen di Semester I, Purbaya Bongkar Strategi Baru

"Kalau melihat angka 4,1 persen, tentu kami bersyukur karena ada pertumbuhan kepercayaan publik kepada PSI. Tetapi bagi kami, itu masih terlalu kecil. Target kami menang besar. Karena itu kerja partai tidak boleh berhenti pada hasil survei," kata Ahmad Ali.

Menurut Ahmad Ali, dinamika politik nasional saat ini sedang bergerak ke arah yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Pemilih semakin rasional dalam menentukan pilihan politik. Faktor figur masih penting, namun publik mulai menaruh perhatian lebih besar pada kapasitas partai dalam menghadirkan solusi atas persoalan sehari-hari.

Di tengah isu reshuffle Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, hasil survei SMRC juga menunjukkan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah. Tingkat kepuasan publik merosot hingga 30,1 persen.

Menurut survei SMRC, elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tetap bertahan di kelompok papan atas dan mulai mendekati perolehan suara Presiden Prabowo Subianto dalam simulasi terbuka calon presiden.

🔖 Baca juga:
Pemilu dan Olahraga, Dua Hal yang Sedang Hangat Dibicarakan

Survei yang sama juga merekam penurunan signifikan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo. Approval rating Presiden turun menjadi 51,1 persen atau merosot 30,1 poin dibandingkan November 2025 yang mencapai 81,2 persen.

Penurunan kepuasan tersebut terjadi bersamaan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap berbagai aspek pemerintahan. SMRC juga mencatat meningkatnya pesimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional.

Sebanyak 49,4 persen responden menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk atau sangat buruk, melonjak dibandingkan November 2025 yang sebesar 22,7 persen.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan, pemerintah secara konsisten melakukan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan. Selain pembenahan tata kelola dan aspek hukum, hasil survei opini publik juga menjadi bagian dari bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan.

🔖 Baca juga:
Polisi Ungkap Kasus Korupsi dan Pengeroyokan di Jakarta dan Jogja

Qodari menegaskan pemerintah menghormati seluruh hasil survei yang dilakukan lembaga independen sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Namun, hasil penelitian akan lebih bermanfaat apabila mampu menjelaskan secara spesifik penyebab naik atau turunnya tingkat kepuasan masyarakat.

Kesimpulan dari survei SMRC ini menunjukkan bahwa elektabilitas PSI masih terlalu kecil, sedangkan kepuasan publik terhadap pemerintah dan Presiden Prabowo mengalami penurunan. Oleh karena itu, pemerintah dan parpol harus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *