GemaWarta – 02 Mei 2026 | Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), menegaskan pada konferensi pers kemarin bahwa cadangan BBM aman dan negara siap menghentikan impor bahan bakar di tengah gejolak pasar energi dunia.
Ia menyoroti bahwa krisis energi yang melanda banyak negara, terutama di Eropa dan Asia, memicu kepanikan dan kebijakan proteksionis. “Krisis ini membuat negara‑negara lain panik, menimbulkan lonjakan harga dan ketergantungan pada impor yang tidak berkelanjutan,” ujar Prabowo.
Menurut data resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Indonesia memiliki cadangan minyak mentah dan produk minyak sekitar 7,2 juta barel, setara dengan kebutuhan nasional selama enam bulan. Cadangan strategis tersebut dikelola oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan dapat diakses dalam kondisi darurat tanpa mengganggu pasokan domestik.
- Cadangan minyak mentah: 3,1 juta barel
- Cadangan bensin: 2,4 juta barel
- Cadangan diesel: 1,7 juta barel
Prabowo menambahkan bahwa dengan stok yang memadai, pemerintah dapat menunda atau bahkan menghentikan impor BBM hingga kondisi pasar stabil kembali. Kebijakan ini diharapkan mengurangi defisit neraca perdagangan, memperkuat nilai tukar rupiah, dan melindungi konsumen dari fluktuasi harga yang berlebihan.
Untuk mewujudkan langkah tersebut, pemerintah telah menyiapkan paket insentif bagi perusahaan energi dalam negeri agar meningkatkan produksi dan mengoptimalkan distribusi. Selain itu, regulasi baru akan mempercepat proses perizinan kilang domestik serta memperluas jaringan penyimpanan strategis di seluruh wilayah kepulauan.
Reaksi dari sektor industri umumnya positif. Perwakilan Asosiasi Minyak Nasional (AMN) menyambut baik kebijakan ini sebagai dorongan bagi investasi lokal dan pengembangan teknologi pengolahan minyak yang lebih efisien. Sementara itu, Kementerian Keuangan menegaskan bahwa penghematan dari pengurangan impor BBM dapat dialokasikan untuk subsidi energi terbarukan, seperti biofuel dan hidrogen hijau.
Namun, para analis mengingatkan bahwa ketergantungan pada minyak impor tidak dapat dihilangkan dalam jangka pendek. Mereka menyarankan agar pemerintah memperkuat diversifikasi sumber energi, meningkatkan kapasitas kilang, dan memperluas kerjasama regional untuk keamanan energi jangka panjang.
Secara keseluruhan, pernyataan Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga kedaulatan energi, melindungi konsumen, dan menstabilkan perekonomian di tengah ketidakpastian global. Dengan cadangan BBM aman dan rencana penghentian impor yang terstruktur, Indonesia berpotensi menjadi contoh negara berkembang yang berhasil mengelola krisis energi secara mandiri.











