Kesehatan

Kasus Dokter Elda Putri Rahardini: Antara Komentar Nirempati dan Pendidikan Bermartabat

×

Kasus Dokter Elda Putri Rahardini: Antara Komentar Nirempati dan Pendidikan Bermartabat

Share this article
Kasus Dokter Elda Putri Rahardini: Antara Komentar Nirempati dan Pendidikan Bermartabat
Kasus Dokter Elda Putri Rahardini: Antara Komentar Nirempati dan Pendidikan Bermartabat

GemaWarta – 07 Agustus 2026 | Belakangan ini, nama Dokter Elda Putri Rahardini menjadi sorotan publik setelah dirinya melakukan komentar nirempati kepada pasien BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan di media sosial. Yurizal sebelumnya mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang membuatnya harus menunggu selama 8 jam untuk mendapatkan ruangan rawat inap.

Hal ini memicu kemarahan netizen karena dianggap tidak berempati dan tidak profesional. Komentar dari Dokter Elda tersebut berbunyi “PP nya sih kayak orang Have tapi aslinya Haven’t kah? Haven’t some brain cells” yang artinya adalah “Pernyataannya seperti orang berada, tapi sebenarnya tidak. Bahkan seperti tidak punya otak”.

🔖 Baca juga:
Aparatur Sipil Negara: Hak dan Tanggung Jawab dalam Meningkatkan Kualitas Hidup

Setelah kasus ini viral, RSUP Dr. Sardjito langsung mengambil tindakan dengan menonaktifkan kegiatan stase atau praktik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang dijalani oleh Elda. Pihak RSUP Dr. Sardjito juga menegaskan bahwa unggahan tersebut merupakan tindakan pribadi dan tidak mencerminkan sikap resmi institusi rumah sakit.

Menyikapi hal ini, Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Yodi Mahendradhata, menyampaikan keprihatinan mendalam kepada keluarga almarhum pasien dan meminta maaf atas keresahan, ketidaknyamanan, dan menurunnya kepercayaan publik akibat informasi yang beredar.

🔖 Baca juga:
David Beckham Dinobatkan Pria Paling Stylish, Sementara Istri Victoria Beckham Bicara Tentang Penuaan

FKKMK UGM akan melakukan pemeriksaan sesuai mekanisme yang berlaku dan berkomitmen menangani kasus ini secara objektif, akuntabel, dan berbasis fakta. Pihak kampus juga akan mengevaluasi secara menyeluruh sistem pendidikan klinik, termasuk penguatan supervisi, pembinaan profesionalisme, serta peningkatan kualitas komunikasi antara tenaga kesehatan, peserta didik, pasien, dan keluarga pasien.

Profil Dokter Elda Putri Rahardini sendiri diketahui memiliki latar belakang sebagai dokter, peneliti, sekaligus akademisi yang berfokus pada bidang penyakit dalam, riset klinis, dan kajian kardiovaskular. Ia juga pernah menerima beasiswa bergengsi Monbukagakusho (MEXT) dari Jepang serta beasiswa LPDP untuk mendukung pendidikan spesialis penyakit dalam.

🔖 Baca juga:
Olahraga Membangun Kesehatan Fisik dan Mental: Tren Terbaru dan Prestasi di Piala Dunia 2026

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi para tenaga kesehatan untuk selalu menjaga profesionalisme dan etika dalam menjalankan tugas, terutama dalam berinteraksi dengan pasien dan keluarga pasien. Pendidikan bermartabat dan penguatan supervisi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Kesimpulan dari kasus ini adalah pentingnya menjaga etika dan profesionalisme dalam bidang kesehatan, serta perlunya evaluasi dan perbaikan terus-menerus dalam sistem pendidikan klinik untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *