Kesehatan

Virus Hanta: Ancaman Baru yang Mengintai, Bagaimana Cara Pencegahannya?

×

Virus Hanta: Ancaman Baru yang Mengintai, Bagaimana Cara Pencegahannya?

Share this article
Virus Hanta: Ancaman Baru yang Mengintai, Bagaimana Cara Pencegahannya?
Virus Hanta: Ancaman Baru yang Mengintai, Bagaimana Cara Pencegahannya?

GemaWarta – 15 Mei 2026 | Virus Hanta kembali menjadi sorotan publik setelah muncul laporan adanya penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terinfeksi virus tersebut hingga menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Meskipun tergolong penyakit langka, Hantavirus tidak bisa dianggap sepele karena dapat memicu gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal dan berpotensi fatal apabila terlambat ditangani.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat, terutama tikus. Pada manusia, virus ini dapat menyebabkan dua sindrom utama, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan sistem pernapasan serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan pembuluh darah.

🔖 Baca juga:
Mobile JKN: Inovasi Digital yang Memperluas Akses Kesehatan untuk Semua Generasi

Penularan virus ini paling sering terjadi melalui udara yang terkontaminasi partikel dari hewan pengerat. Infeksi Hantavirus paling sering terjadi melalui airborne transmission, yakni saat seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Beberapa kondisi yang berisiko menjadi langkah penting dalam pencegahan, seperti membersihkan area yang penuh kotoran tikus secara sembarangan, debu yang beterbangan dapat membawa partikel virus dan terhirup ke saluran pernapasan. Oleh sebab itu, penggunaan metode pel basah lebih dianjurkan dibanding menyapu kering yang justru membuat partikel beterbangan di udara.

Gejala Hantavirus sendiri umumnya berkembang dalam dua tahap. Pada fase awal, penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala hebat, nyeri otot terutama di bagian paha dan punggung, tubuh lemas, serta gangguan pencernaan seperti muntah, nyeri perut, dan diare.

Namun ketika kondisi memburuk, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius akibat penumpukan cairan di paru-paru, disertai penurunan tekanan darah drastis hingga gangguan fungsi ginjal.

🔖 Baca juga:
Bayi Nyaris Hilang di RSHS Bandung: Kecurigaan Transfer Uang, Penangguhan Perawat, dan Tanggapan Kementerian

Jika Anda mulai merasakan gejala seperti demam tinggi yang disertai nyeri otot hebat, terutama setelah beraktivitas di lingkungan yang berisiko atau memiliki riwayat kontak dengan hewan pengerat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan medis yang dilakukan sedini mungkin sangat krusial untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan memastikan belum menerima laporan kasus virus hanta (Hantavirus) di wilayahnya. Meski nihil, dinkes memperketat pengawasan menyusul adanya surat kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa mengatakan pihaknya langsung merespons instruksi kemekes untuk meningkatkan kewaspadaan di seluruh fasilitas kesehatan.

Ira mengimbau masyarakat untuk meningkatkan standar kebersihan di area rumah, mengingat merujuk pada sifat virus yang bersumber dari hewan pengerat. Mengingat virus ini berkaitan dengan tikus, imbauan utama bagi masyarakat adalah menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai langkah pencegahan.

🔖 Baca juga:
Ramalan Kesehatan Zodiak 4 Mei 2026: Libra hingga Pisces Ungkap Rahasia Vitalitas Sehari

Kewaspadaan ini ditingkatkan setelah Direktorat Jenderal P2P Kemenkes mengeluarkan surat resmi mengenai kewaspadaan terhadap Hanta Pulmonary Syndrome (HPS). Surat tersebut merujuk pada adanya laporan kasus konfirmasi di kapal pesiar MV Hondius.

Kesimpulan, Hantavirus merupakan ancaman baru yang mengintai, namun dengan pengetahuan dan kesadaran yang tepat, kita dapat mencegah penularan virus ini. Jaga kebersihan lingkungan, hindari kontak dengan hewan pengerat, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala yang mencurigakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *