GemaWarta – 03 Mei 2026 | Pada minggu pertama bulan Mei 2026, harga emas batangan mengalami penurunan signifikan. Antam, produsen emas milik negara, mencatat penurunan Rp 13.000 per gram, sedangkan Galeri24, jaringan toko emas terkemuka, melemah Rp 32.000 per gram. Pergerakan ini menarik perhatian investor logam mulia, analis pasar, serta pelaku bisnis yang mengandalkan emas sebagai aset safe‑haven.
Data harian menunjukkan bahwa pada Senin, 27 April 2026, harga Antam berada di level Rp 2.809.000 per gram. Pada Selasa, harga sempat naik menjadi Rp 2.814.000 per gram, mencatat kenaikan tertinggi dalam sepekan. Namun, tekanan penurunan kembali muncul pada Rabu, ketika harga jatuh Rp 30.000 menjadi Rp 2.784.000 per gram, dan berlanjut pada Kamis menjadi Rp 2.769.000 per gram, titik terendah minggu ini. Jumat menunjukkan pemulihan sementara dengan kenaikan Rp 30.000 menjadi Rp 2.799.000 per gram, sebelum turun tipis Rp 3.000 pada Sabtu dan berakhir pada Minggu dengan harga Rp 2.796.000 per gram.
Galeri24 bergerak searah dengan Antam meski fluktuasinya lebih ringan. Harga pembukaan Senin tercatat Rp 2.820.000 per gram, kemudian menurun tajam pada Kamis menjadi Rp 2.775.000 per gram. Pada Jumat harga mulai naik kembali, mencapai Rp 2.788.000 per gram pada akhir pekan. Secara keseluruhan, penurunan Galeri24 sebesar Rp 32.000 per gram mencerminkan koreksi pasar yang dipicu oleh sentimen global serta pergerakan nilai tukar rupiah.
Dari sisi buyback, Antam menurunkan harga beli dari Rp 2.620.000 per gram pada Senin menjadi Rp 2.586.000 per gram pada Minggu, artinya penurunan Rp 34.000 per gram. Galeri24 juga menyesuaikan harga beli menjadi Rp 2.615.000 per gram, turun Rp 30.000. Menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023, konsumen akhir dibebaskan dari Pajak Penghasilan (PPh) saat membeli emas batangan, namun penjual wajib memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,25 % dari nilai jual. Kebijakan ini mengurangi beban pajak dibandingkan tarif sebelumnya yang 0,45 %.
Berikut rangkuman harga harian Antam selama sepekan:
| Tanggal | Harga (Rp/gram) |
|---|---|
| 27 April | 2.809.000 |
| 28 April | 2.814.000 |
| 29 April | 2.784.000 |
| 30 April | 2.769.000 |
| 1 Mei | 2.799.000 |
| 2 Mei | 2.796.000 |
Rincian harga Galeri24:
| Tanggal | Harga (Rp/gram) |
|---|---|
| 27 April | 2.820.000 |
| 28 April | 2.814.000 |
| 29 April | 2.784.000 |
| 30 April | 2.775.000 |
| 1 Mei | 2.788.000 |
| 2 Mei | 2.788.000 |
Beberapa faktor mendasari penurunan ini. Pertama, harga emas internasional mengalami koreksi setelah mencapai puncak pada kuartal pertama 2026, dipicu oleh penurunan ketegangan geopolitik dan kebijakan moneter yang lebih longgar di Amerika Serikat. Kedua, nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar selama minggu tersebut, menurunkan permintaan impor emas batangan. Ketiga, kebijakan pajak yang lebih ringan mengurangi biaya transaksi, namun tetap memberi tekanan pada margin penjual yang menyesuaikan harga jual.
Bagi investor, penurunan harga emas Antam dan Galeri24 dapat menjadi peluang beli kembali dengan harga lebih rendah, terutama bagi mereka yang mengincar diversifikasi portofolio dengan logam mulia. Namun, volatilitas harian yang masih tinggi menuntut perhatian pada indikator makroekonomi, termasuk pergerakan dolar, inflasi, dan kebijakan bank sentral. Investor yang mempertimbangkan penjualan kembali (buyback) sebaiknya memperhatikan tarif PPh Pasal 22 yang berlaku pada transaksi di atas Rp 10 juta, yaitu 1,5 % menurut PMK Nomor 81 Tahun 2024.
Secara keseluruhan, minggu ini menegaskan bahwa pasar emas di Indonesia tetap sensitif terhadap dinamika global dan kebijakan fiskal domestik. Pemantauan terus‑menerus terhadap harga internasional, nilai tukar, serta regulasi pajak akan menjadi kunci bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan yang tepat.











