GemaWarta – 06 Mei 2026 | Pada Selasa, 5 Mei 2026 pukul 05.14 WIB, wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dilanda Gempa M4.2 Pangandaran dengan magnitudo 4,2 pada skala Richter. Guncangan ini terasa hingga beberapa kabupaten di sekitarnya, namun tidak menimbulkan potensi tsunami menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG mencatat pusat gempa berada di laut, sekitar 76 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, dengan koordinat 8,08° Lintang Selatan dan 107,92° Bujur Timur. Kedalaman gempa diperkirakan 14 kilometer di bawah permukaan laut. Data tersebut dirilis melalui akun resmi BMKG di platform media sosial, menegaskan bahwa gempa terjadi di zona subduksi yang aktif.
Getaran terasa di beberapa daerah dengan intensitas yang beragam. Daftar intensitas Merkusii (MMI) yang dilaporkan meliputi:
- Cipatujah – III
- Langkaplancar – III
- Kota Tasikmalaya – II‑III
- Cikoneng, Ciamis – II‑III
- Pangandaran – III
- Puspahiang – II‑III
- Kota Banjar – II‑III
Meski intensitas di beberapa titik mencapai tingkat III, laporan kerusakan material masih minimal. Warga di daerah pesisir melaporkan hanya terasa getaran ringan pada bangunan, tanpa pecahnya kaca atau kerusakan struktural signifikan.
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Dalam keterangannya, lembaga tersebut menambahkan bahwa informasi yang disampaikan bersifat cepat dan dapat berubah seiring dengan analisis data yang lebih lengkap. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.
Pihak kepolisian setempat serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan pemantauan dan memastikan tidak ada korban jiwa atau luka-luka. Tim SAR berada dalam posisi siaga, siap menanggapi bila terjadi keadaan darurat lanjutan. Secara umum, respons penanganan darurat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas seismik yang terjadi di Indonesia pada minggu ini. Pada pukul 05.51 WIB, gempa bermagnitudo 2,3 mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 48 kilometer. Meskipun gempa tersebut lebih kecil, kejadian berulang ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan gempa.
Secara keseluruhan, Gempa M4.2 Pangandaran mengingatkan masyarakat Jawa Barat akan risiko geologi yang terus mengintai. Pemerintah daerah terus meningkatkan sistem peringatan dini dan edukasi mitigasi bencana agar masyarakat dapat merespons dengan tepat jika terjadi gempa berkekuatan lebih tinggi di masa depan.









