GemaWarta – 04 Mei 2026 | Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta pada Senin sore, 4 Mei 2026, memicu lonjakan tinggi muka air di sejumlah pintu air dan menggenangi area permukiman serta jalan utama. Pada puncaknya, ketinggian air di Pintu Air Manggarai BKB tercatat mencapai 740 cm, setara setinggi pinggang orang dewasa, sementara titik‑titik lain seperti Pintu Air Karet dan Pos Krukut Hulu juga melampaui 400 cm.
BPBD DKI Jakarta melaporkan bahwa 55 RT di dua wilayah administratif, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat, serta tiga ruas jalan utama terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 120 cm. Di Jakarta Selatan, 51 RT terdampak tersebar di kelurahan Cilandak Timur, Cilandak Barat, Lebak Bulus, Petogogogan, Pela Mampang, dan Bangka. Sementara di Jakarta Barat, empat RT berada di Kelurahan Sukabumi Selatan dan Utara. Jalan Swadarma (Ulujami), Jalan Ciledug Raya (sekitar halte Seskoal), dan Jalan Kartika (kolong Tol JORR) menjadi tiga ruas jalan yang paling parah terdampak.
Selain dampak di ibu kota, warga Tangerang Selatan di kawasan Taman Mangu Indah juga menghadapi krisis banjir yang dipicu oleh perubahan aliran Kali Ciputat. Pada beberapa hujan terakhir, genangan air setinggi betis orang dewasa melanda permukiman, memaksa banyak warga untuk menurunkan harga jual properti. Harga rumah yang semula ditawarkan Rp1 miliar kini turun drastis menjadi sekitar Rp380 juta.
Di lapangan, petugas dan relawan berupaya mengurangi dampak dengan penyedotan air, perbaikan pompa, dan penempatan tali‑tali air. Di Jalan Ciledug Raya, warga bahkan harus mematikan mesin sepeda motor dan mendorong kendaraan melintasi genangan setinggi 50 cm. “Jika mesin tetap menyala, motor mudah tenggelam,” ujar Krisna, petugas PPSU yang membantu pengendara.
Berikut data tinggi muka air pada beberapa pintu air penting pada pukul 21.00 WIB, 4 Mei 2026:
| Pintu Air | Ketinggian (cm) |
|---|---|
| Manggarai BKB | 740 |
| Karet | 490 |
| Pos Krukut Hulu | 170 |
| Pos Angke Hulu | 335 |
| Pos Pesanggrahan | 170 |
| Pos Depok | 180 |
BPBD DKI Jakarta memperingatkan potensi banjir rob di wilayah pesisir mulai 1 Mei hingga 8 Mei 2026, dengan 11 daerah berisiko tinggi. Warga di daerah rawan rob diminta untuk menyiapkan evakuasi dan menghindari rute jalan yang berada di dataran rendah.
Upaya penanggulangan melibatkan koordinasi lintas instansi, termasuk Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat. Tim penyedot air dikerahkan secara terus‑menerus, sementara masyarakat diimbau untuk menggunakan rute alternatif dan melaporkan kondisi kritis melalui layanan darurat 112.
Secara keseluruhan, fenomena banjir ini menegaskan perlunya perencanaan tata ruang yang lebih baik, pengelolaan drainase yang optimal, serta pengendalian pembangunan di daerah hulu untuk mengurangi aliran limpasan ke wilayah perkotaan.
Dengan intensitas hujan yang diprediksi akan tetap tinggi selama minggu ini, warga diharapkan tetap waspada, mengamankan barang berharga, dan mengikuti arahan otoritas setempat guna meminimalisir kerugian lebih lanjut.









