GemaWarta – 08 Mei 2026 | Kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, masih menyisakan 12 korban yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, ke-12 korban tersebut tersebar di tujuh rumah sakit di Bekasi dan Jakarta.
Beberapa korban dirawat di RSUD Kota Bekasi, RS Primaya Bekasi Timur, RS Mitra Bekasi Timur, RSUD Kabupaten Bekasi, RS Primaya Barat, RS Eka Hospital Harapan Indah, dan RS MMC Kuningan Jakarta Selatan.
Polisi telah memeriksa 39 saksi dari berbagai kelompok, termasuk korban, saksi di sekitar lokasi kejadian, saksi operasional perkeretaapian, dan pihak taksi Green SM.
Pemeriksaan lanjutan difokuskan pada unsur teknis perkeretaapian, instansi terkait, serta pihak yang berkaitan dengan operasional kendaraan taksi online.
Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 20.52 WIB, dan mengakibatkan 106 orang menjadi korban, dengan 16 orang meninggal dunia setelah menjalani perawatan.
Seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
Kasus ini masih dalam penyelidikan, dan polisi berharap dapat menemukan penyebab pasti kecelakaan tersebut.











