GemaWarta – 09 Mei 2026 | Sebanyak 12 korban kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Hal ini dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Dari 12 korban, 5 dirawat di RSUD Kota Bekasi, 1 di RS Mitra Bekasi Timur, 2 di RS Primaya Bekasi Timur, 1 orang di RSUD Kabupaten Bekasi, 1 orang di RS MMC Kuningan, Jakarta, 1 orang di Rumah Sakit Primaya Barat, dan 1 orang Rumah Sakit Eka Hospital Harapan Indah.
Kecelakaan ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia, dan 90 orang lainnya terluka. Pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman untuk mengetahui penyebab kecelakaan ini.
Penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya sedang melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi dari PT KAI Daop 1 Manggarai, Jakarta Pusat. Yaitu, Kepala Sintal atau Sintetis Sinyal dan Telekomunikasi inisial AP, Petugas Pengawas Selatan inisial CN, dan Customer Service on Train Kereta Api Listrik inisial MA.
Kasus kecelakaan ini sudah naik ke tahap penyidikan setelah ditemukannya unsur pidana dalam gelar perkara yang dilakukan. Pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman.
Kondisi korban yang masih dirawat di rumah sakit terus dipantau oleh pihak medis. Pihak kepolisian juga terus menyelidiki penyebab kecelakaan ini untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Untuk saat ini, kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian berharap dapat menemukan penyebab kecelakaan ini dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan.











