GemaWarta – 10 Mei 2026 | Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan bahwa keselamatan warga sipil Papua menjadi prioritas utama dalam setiap operasi yang dijalankan aparat keamanan.
“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Bagi kami, melindungi nyawa warga sipil Papua adalah amanah suci yang tidak bisa ditawar,” tegas Lucky dalam keterangannya.
Pernyataan itu disampaikan setelah Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III mengumumkan 12 tokoh Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang dilumpuhkan sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Ia mengatakan, situasi keamanan di Papua sepanjang Januari hingga Mei 2026 cukup menantang karena eskalasi kekerasan yang dilakukan kelompok separatis TPNPB-OPM terjadi di sejumlah wilayah.
Meski demikian, Lucky menegaskan bahwa prajurit TNI tetap merespons secara cepat, taktis, dan profesional.
“Namun, perlu dicatat, TNI tidak akan pernah ragu! Dalam situasi mendesak, kami memegang teguh prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto,” jelas dia.
Ke-12 nama tokoh adalah Yesias Mate yang menjabat Komandan Logistik Kodap IV Soraya, Army Kogoya selaku Komandan Batalyon Aluguru Kodap III Ndugama, Bilip Kobak sebagai Komandan Operasi Kimpussa Kodap XVI Yahukimo, serta Dinus Tigau yang disebut menjabat Komandan Kompi Tanah Merah.
Selain itu, Manuel Yohanes Aimau yang menjabat Wakil Komandan Operasi Kodap IV Soraya, Hurbianus Murip selaku Kepala Keuangan Kodap III D Dulla, Alfon Sorry sebagai Wakil Komandan Operasi Kodap IV Soraya, dan Jeki Murib yang disebut menjabat Komandan Wilayah Kodap XVII Ilaga turut dilumpuhkan.
Menurut TNI, tindakan terhadap Jeki Murib dilakukan setelah yang bersangkutan disebut melakukan serangan balik terhadap personel TNI di Desa Pinapa.
Ada juga Lau Gwijangge selaku Komandan Wilayah Mugie, Ket Gwijangge sebagai Komandan Operasi Yon Mugi, Peltu Usmabul yang disebut sebagai Wakil Komandan Operasi Mugi, dan Serlu Wonimbo.
Dalam operasi yang dilaksanakan, aparat juga berhasil menyita puluhan senjata api dan ratusan amunisi milik kelompok bersenjata TPNPB-OPM.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Lucky Avianto, mengatakan bahwa operasi keamanan yang dilakukan TNI di wilayah Papua sepanjang Januari hingga Mei 2026 berhasil mengamankan puluhan senjata api, ratusan butir amunisi, serta sejumlah perlengkapan milik kelompok bersenjata TPNPB-OPM.
Operasi tersebut dilaksanakan oleh satuan TNI di bawah kendali Kogabwilhan III bersama Koops Habema guna menjaga stabilitas keamanan di sejumlah wilayah Papua yang dinilai masih rawan gangguan kelompok bersenjata.
Selain itu, TNI juga mengklaim berhasil melumpuhkan sejumlah anggota kelompok bersenjata yang disebut berperan aktif dalam aksi kekerasan di Papua.
Khusus Jeki Murib, Lucky menyatakan tindakan dilakukan setelah yang bersangkutan diduga terlibat penyerangan terhadap personel TNI di Desa Pinapa.
Selain memaparkan hasil operasi, Pangkogabwilhan III juga memberikan penghormatan kepada prajurit TNI yang gugur dalam rangkaian tugas pengamanan di Papua.
Menurutnya, pengorbanan para prajurit merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara dan keamanan masyarakat di wilayah Papua.
Lucky menilai keberhasilan operasi tidak terlepas dari sinergi antara TNI, aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat setempat.
“Kami ingin memastikan masyarakat Papua dapat beraktivitas dengan aman, anak-anak bisa sekolah dengan tenang, dan pembangunan terus berjalan,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Lucky mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi bohong atau hoaks terkait situasi keamanan di Papua serta tetap menjaga persatuan dan stabilitas wilayah.
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III juga berhasil menyita 216 batang ganja di dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Pengungkapan ladang ganja ini bermula dari kecurigaan warga Desa Ngutok, Distrik Oksibil, mengenai aktivitas ilegal di kawasan hutan sekitar permukiman mereka.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satgas TNI melakukan penyisiran intensif di wilayah perhutanan.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, memimpin langsung operasi penyisiran ini didampingi sejumlah pejabat teras TNI.
“Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok, Distrik Oksibil, yang mencurigai adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan sekitar pemukiman mereka,” ujar Letjen TNI Lucky Avianto.
Dalam operasi penyisiran tersebut, petugas menemukan total 216 batang ganja siap panen di dua lokasi berbeda.
Lokasi Pertama (Sekitar Desa Ngutok): Aparat menemukan 55 batang ganja setinggi 1,5 meter.
Tidak jauh dari titik tersebut, ditemukan kembali 80 batang ganja di area hutan yang berbeda.
Lokasi Kedua (Desa Esipding, Distrik Serambakon): Pasukan TNI memperluas penyisiran dan menemukan 81 batang ganja dengan ketinggian mencapai 2 meter.
Selain mengamankan barang bukti pohon ganja, TNI juga menangkap dua orang tersangka berinisial LU dan CU.
Keduanya beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polsek terdekat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Dugaan keterlibatan OPM dalam bisnis narkotika ini menguat setelah adanya pernyataan terbuka dari juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang sebelumnya disebut-sebut menyerukan anggotanya untuk menanam ganja di tanah Papua.
Letjen TNI Lucky Avianto menyayangkan tindakan kelompok tersebut yang justru merusak masa depan generasi muda Papua di tengah upaya para ibu (mama-mama Papua) menjaga anak-anak mereka dari jerat narkoba.
“Sungguh miris dan ironis. Di saat mama-mama Papua berjuang menjaga anak-anak mereka dari narkoba di tanah kelahirannya, KKB/TPNPB-OPM justru menanam racun di tanah yang sama,” tegas Lucky.
Ia menambahkan bahwa temuan ini diduga kuat hanya merupakan sebagian kecil dari fenomena yang lebih besar di pedalaman Papua.
Kesimpulan dari operasi yang dilaksanakan oleh Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III adalah bahwa TNI berhasil melumpuhkan 12 tokoh OPM dan menyita sejumlah senjata api, amunisi, serta perlengkapan milik kelompok bersenjata TPNPB-OPM.
Selain itu, TNI juga berhasil menyita 216 batang ganja di dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Hal ini menunjukkan bahwa TNI serius dalam menjaga keamanan dan stabilitas di wilayah Papua, serta berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata dan narkotika.









