Ekonomi

Kurs Rupiah Melemah, Pengusaha dan Ekonomi Was-Was

×

Kurs Rupiah Melemah, Pengusaha dan Ekonomi Was-Was

Share this article
Kurs Rupiah Melemah, Pengusaha dan Ekonomi Was-Was
Kurs Rupiah Melemah, Pengusaha dan Ekonomi Was-Was

GemaWarta – 17 Mei 2026 | Kurs rupiah terus melemah dalam beberapa hari terakhir. Pada pembukaan perdagangan hari ini, rupiah diperdagangkan di level Rp17.474 per dolar AS, melemah 54 poin atau 0,31% dari penutupan sebelumnya. Kondisi ini membuat pengusaha dan ekonomi was-was.

Menurut Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi, penguatan rupiah sebelum libur panjang terjadi di tengah sentimen pasar global yang masih rapuh. Perang dengan Iran mulai berdampak pada perekonomian AS karena harga minyak yang lebih tinggi menyebabkan harga bahan bakar menjadi lebih mahal.

🔖 Baca juga:
Dolar AS Kuat, Hays USD 489 Tanggapkan Pelanggaran Data Canvas

Pengusaha juga mulai memperketat efisiensi operasional dan menahan rencana ekspansi demi menjaga ketersediaan likuiditas internal. Jika volatilitas kurs ini berlangsung dalam jangka waktu yang panjang maka Hipmi mengkhawatirkan dampaknya akan semakin menggerogoti ketahanan sektor manufaktur, konstruksi, otomotif, elektronik, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengandalkan komponen impor.

Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan bahwa rakyat di desa tidak menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di tengah anjloknya nilai tukar rupiah. Namun, pernyataan ini dinilai kurang tepat karena ketergantungan harga komoditas pangan dan obat-obatan terhadap impor.

🔖 Baca juga:
Prabowo Panggil Kepala PPATK & Menteri Keuangan, Bahas Evaluasi Transaksi Keuangan di Istana

Ekonom Y. Sri Susilo mengkritik pernyataan Presiden Prabowo tentang mata uang dolar yang berpotensi memicu sentimen negatif pasar. Pernyataan tersebut dikhawatirkan melemahkan efektivitas tujuh langkah intervensi moneter Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Dalam beberapa hari terakhir, rupiah terus melemah dan mencapai level Rp17.500 per dolar AS. Pengusaha mewanti-wanti pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini tidak lagi sekadar angka di pasar keuangan, melainkan telah mendistorsi struktur biaya produksi, mengganggu arus kas (cashflow), hingga menahan syahwat ekspansi pelaku usaha riil.

🔖 Baca juga:
Revolusi Teknologi: AI dan QR Code Mengubah Berbagai Sektor

Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas volatilitas di pasar valas dan memberikan kepastian kebijakan. Dengan demikian, diharapkan rupiah dapat kembali stabil dan tidak melemah lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *