Daerah

Pemprov DKI Jadwalkan Pemadaman Lampu Serentak, Turunkan Emisi CO2e Sebanyak 77,53 Ton

×

Pemprov DKI Jadwalkan Pemadaman Lampu Serentak, Turunkan Emisi CO2e Sebanyak 77,53 Ton

Share this article
Pemprov DKI Jadwalkan Pemadaman Lampu Serentak, Turunkan Emisi CO2e Sebanyak 77,53 Ton
Pemprov DKI Jadwalkan Pemadaman Lampu Serentak, Turunkan Emisi CO2e Sebanyak 77,53 Ton

GemaWarta – 27 April 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menegaskan komitmen pada agenda penurunan emisi gas rumah kaca dengan menjadwalkan serangkaian aksi pemadaman lampu serentak. Kegiatan pertama dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB, bertepatan dengan peringatan Hari Bumi. Selama satu jam, lampu-lampu jalan protokol dan arteri utama, termasuk ikon kota seperti Monumen Nasional, Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, hingga Balai Kota DKI Jakarta, dipadamkan secara bersamaan.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, aksi ini berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 77,53 ton CO2e. Selain itu, konsumsi listrik berkurang sebesar 96,91 megawatt‑jam (MWh) yang setara dengan penghematan biaya listrik mencapai Rp140.226.312. “Aksi hemat energi ini merupakan bagian dari upaya edukasi publik yang selaras dengan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 % pada tahun 2030,” ujar Dudi dalam sambutan resmi.

🔖 Baca juga:
Megawati Hangestri Buka Jalan Grand Final Proliga 2026 Meski Tetap Rasa Trauma Saat Ditarik di Set Terakhir

Kegiatan tersebut juga mengacu pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon. Dudi menekankan bahwa aksi serupa akan dilaksanakan secara berkala setiap tahunnya, dengan tiga kali pemadaman terjadwal pada tahun 2026: 25 April (Hari Bumi), 13 Juni (Hari Lingkungan Hidup), dan 26 September (Hari Ozon Sedunia). Tujuannya tidak hanya untuk mengurangi jejak karbon, melainkan juga menumbuhkan budaya hemat energi di kalangan warga Jakarta.

Berikut langkah-langkah sederhana yang dapat diadopsi masyarakat untuk mendukung program pemadaman lampu serentak:

🔖 Baca juga:
Silaturahmi Purnawirawan TNI Perkuat Strategi Pertahanan dan Kebersamaan Generasi Muda
  • Ganti lampu konvensional dengan lampu LED yang lebih efisien.
  • Matikan peralatan elektronik yang tidak sedang digunakan.
  • Atur suhu pendingin ruangan (AC) pada tingkat yang wajar, hindari pendinginan berlebihan.
  • Manfaatkan sensor gerak atau timer untuk pencahayaan di area publik dan perkantoran.
  • Berpartisipasi dalam program pemadaman lampu yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.

Implementasi langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan emisi karbon, sekaligus mengurangi beban biaya listrik rumah tangga. Dudi menambahkan, “Dari kebiasaan kecil sehari‑hari, kita dapat menghasilkan dampak besar bagi kelestarian lingkungan dan menciptakan Jakarta yang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan.”

Data yang dirilis oleh PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menegaskan bahwa pemadaman lampu selama 60 menit menghasilkan penghematan energi yang setara dengan kapasitas listrik yang biasanya dipenuhi oleh ribuan rumah selama satu hari penuh. Dengan biaya listrik yang terbebas, dana tersebut dapat dialokasikan kembali untuk program-program lingkungan lain, seperti penanaman pohon atau peningkatan jaringan transportasi ramah lingkungan.

🔖 Baca juga:
Bayi Ditemukan di Saluran Air, Kini Dirawat di RSUD; Polisi Kejar Pelaku di Balik Kasus Menggemparkan

Secara keseluruhan, aksi pemadaman lampu serentak tidak hanya menjadi simbol solidaritas warga Jakarta dalam menghadapi perubahan iklim, tetapi juga menjadi contoh konkret kebijakan berbasis data yang dapat diadopsi oleh kota‑kota lain di Indonesia. Dengan target penurunan emisi yang ambisius, keberhasilan aksi ini menjadi bukti bahwa langkah sederhana seperti mematikan lampu dapat menghasilkan efek domino yang luas, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.

Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk memperluas cakupan aksi, melibatkan lebih banyak institusi publik, serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial, kampanye edukatif, dan kerja sama dengan sektor swasta. Diharapkan, kebiasaan hemat energi akan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari‑hari warga Jakarta, menjadikan ibu kota Indonesia sebagai model kota hijau yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *