GemaWarta – 13 Mei 2026 | Desil merupakan sistem klasifikasi sosial ekonomi masyarakat Indonesia yang digunakan untuk menentukan tingkat kesejahteraan keluarga. Sistem ini terdiri dari 10 kategori, mulai dari desil 1 (sangat miskin) hingga desil 10 (sejahtera). Pemerintah menggunakan desil untuk menentukan sasaran program bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Desil 1-5 merupakan kategori masyarakat yang berhak menerima bantuan sosial, sedangkan desil 6-10 dianggap sudah sejahtera dan tidak memerlukan bantuan. Namun, perlu diingat bahwa desil bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi masyarakat.
Untuk mengetahui desil, masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui aplikasi Cek Bansos atau situs web cekbansos.kemensos.go.id. Mereka hanya perlu memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) dan kode huruf yang muncul.
Program Beasiswa Tangerang Gemilang merupakan contoh program yang menggunakan desil untuk menentukan sasaran. Program ini diprioritaskan bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1-4.
Dalam beberapa kasus, masyarakat yang dianggap desil mampu dapat mengalami kesulitan dalam memenuhi biaya pengobatan. Seperti yang dialami oleh Heru Zamzami, warga Desa Blang Pria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, yang kesulitan memenuhi biaya pengobatan putranya yang mengalami hidrosefalus.
Untuk menurunkan desil, masyarakat dapat melakukan pembaruan data melalui aplikasi Cek Bansos atau kantor desa. Proses perubahan desil memerlukan waktu beberapa bulan, sehingga masyarakat perlu melakukan pengecekan secara teratur.
Kesimpulan, desil merupakan sistem klasifikasi sosial ekonomi yang digunakan untuk menentukan tingkat kesejahteraan keluarga. Pemerintah menggunakan desil untuk menentukan sasaran program bantuan sosial, namun perlu diingat bahwa desil bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi masyarakat.









