BERITA

Fenomena Pocong Jadi-Jadian: Antara Kebenaran dan Kebohongan di Era Digital

×

Fenomena Pocong Jadi-Jadian: Antara Kebenaran dan Kebohongan di Era Digital

Share this article
Fenomena Pocong Jadi-Jadian: Antara Kebenaran dan Kebohongan di Era Digital
Fenomena Pocong Jadi-Jadian: Antara Kebenaran dan Kebohongan di Era Digital

GemaWarta – 06 Juni 2026 | Di beberapa daerah di Indonesia, masyarakat digemparkan dengan kemunculan sosok pocong yang konon berkeliaran di malam hari. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, ternyata banyak dari kasus tersebut yang merupakan hoax atau konten yang dibuat untuk menarik perhatian di media sosial.

Di Bandung Barat, misalnya, Pemkab setempat mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tertipu dengan informasi yang beredar di media sosial. Hal ini menyusul viralnya kemunculan sosok pocong di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, yang ternyata merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

🔖 Baca juga:
Dividen Astra International Tembus Rp15,7 Triliun, Dorong Bisnis dan Pemberdayaan Desa lewat Program OVOC

Kepala Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bandung Barat, Roni Rudiana, mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Menurutnya, teknologi yang terus berkembang harus digunakan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan dampak negatif maupun merugikan pihak lain.

Sementara itu, di Magetan, polisi mengamankan lima pelajar yang diduga menjadi dalang di balik aksi teror pocong jadi-jadian yang meresahkan warga Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan. Kasus ini bermula saat polisi mendapat laporan dari masyarakat bahwa beredar sebuah foto sesosok pocong berdiri di depan rumah warga di Jalan Kalimantan, Kelurahan Tawanganom.

🔖 Baca juga:
Vicky Zainal: Dari Sinetron Legendaris hingga Konflik Keluarga yang Menggema

Dalam beberapa pekan terakhir, fenomena pocong jadi-jadian telah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak video dan pesan berantai tentang sosok pocong yang mengetuk pintu rumah warga pada malam hari beredar luas melalui TikTok, Instagram, Facebook, hingga grup WhatsApp keluarga dan lingkungan RT.

Menurut Dosen Departemen Informasi dan Perpustakaan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Arya Wijaya Pramodha Wardhana, fenomena ini pertama kali ramai diperbincangkan setelah sejumlah video dari wilayah Tangerang viral di media sosial. Dalam video tersebut, sosok berpakaian putih menyerupai pocong terlihat berdiri di depan rumah warga atau muncul di gang-gang permukiman pada malam hari.

🔖 Baca juga:
F-22 AS Diduga Masuk Wilayah Udara Indonesia Tanpa Izin: Cek Fakta Mengungkap Kebenaran

Guru Besar Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Bagong Suyanto, menilai video-video tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari produk budaya populer global yang dikemas untuk mengejar perhatian publik di media sosial. Menurutnya, kemunculan konten semacam itu juga berkaitan dengan kegemaran masyarakat terhadap genre horor yang selama ini memiliki pasar besar di Indonesia.

Di kesimpulan, fenomena pocong jadi-jadian yang melanda beberapa daerah di Indonesia merupakan contoh dari bagaimana informasi yang tidak benar dapat menyebar dengan cepat di era digital. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan tidak mudah tertipu dengan informasi yang beredar di media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *