Internasional

Trump Kritik Paus Leo, Italia Membela: Konflik yang Memanas di Panggung Dunia

×

Trump Kritik Paus Leo, Italia Membela: Konflik yang Memanas di Panggung Dunia

Share this article
Trump Kritik Paus Leo, Italia Membela: Konflik yang Memanas di Panggung Dunia
Trump Kritik Paus Leo, Italia Membela: Konflik yang Memanas di Panggung Dunia

GemaWarta – 19 April 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengangkat suaranya mengkritik Paus Leo XIV lewat platform media sosialnya, memicu reaksi keras dari Italia yang membela kepausan. Kontroversi ini muncul bersamaan dengan tur Afrika Paus Leo yang menyoroti perang di Timur Tengah serta menuduh segelintir tiran menguasai dunia.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menyebut Paus Leo “lemah dalam urusan kriminal” dan “buruk dalam kebijakan luar negeri” setelah Paus menyampaikan pidato di Kamerun yang menuding dunia “dirusak oleh segelintir tiran”. Unggahan tersebut disertai gambar AI yang menampilkan dirinya mirip Yesus, lalu dihapus setelah mendapat kecaman luas, termasuk dari kalangan konservatif religius.

🔖 Baca juga:
Iran Peringatkan Indonesia: Ancaman Perang di Timur Tengah Makin Mengguncang Kawasan

Paus Leo menanggapi kritik tersebut dalam wawancara di dalam pesawat menuju Angola pada 18 April 2026. Ia menegaskan bahwa komentar tentang tiran tidak ditujukan kepada Trump, melainkan kepada para pemimpin yang memperkaya diri dengan perang. Paus menambahkan pidatonya sudah disiapkan dua minggu sebelumnya, jauh sebelum Trump menanggapi pernyataannya.

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengungkapkan apresiasi kepada Paus Leo dalam sebuah unggahan di platform X, menyoroti bahwa media sering memperbesar konflik. Vance menulis bahwa “realitasnya sering kali jauh lebih kompleks”.

Reaksi Italia terhadap “Trump kritik Paus” sangat tegas. Pemerintah Italia, melalui Kementerian Luar Negeri, menegaskan dukungan penuh kepada Paus Leo, menolak tuduhan yang dianggap memojokkan kepausan. Menteri Luar Negeri Italia menambahkan bahwa Paus berhak menyuarakan perdamaian tanpa harus dijadikan sasaran politik.

🔖 Baca juga:
Meghan & Harry Pilih Pesawat Komersial, Tur Amal Australia Penuh Kejutan dari MasterChef hingga Joget The Wiggles

Tur Afrika Paus Leo mencakup kunjungan ke 11 kota di empat negara, menempuh hampir 18.000 kilometer. Di Kamerun, khususnya di Katedral Santo Yosef, Bamenda, Paus menyerukan agar pemimpin tidak memanipulasi agama untuk keuntungan militer, ekonomi, atau politik. Ia menyoroti bagaimana sumber daya Afrika sering dialihkan untuk membeli senjata, memperpanjang siklus kekerasan.

Ketegangan ini terjadi di tengah peningkatan kritik terhadap kebijakan luar negeri AS dan Israel yang berperang melawan Iran. Paus Leo menilai bahwa dunia sedang dihancurkan oleh segelintir tiran, namun tetap dipersatukan oleh banyak saudara yang menentang kekerasan.

Selain itu, media internasional mencatat bahwa Paus Leo, yang lahir di Chicago, selama sepuluh bulan pertama kepausannya tidak terlalu vokal. Namun, tur Afrika kali ini menunjukkan gaya komunikasi yang lebih tegas, menantang status quo dan menuntut alokasi dana yang lebih besar untuk pendidikan, kesehatan, dan pemulihan pasca konflik.

🔖 Baca juga:
Operasi Senyap Rusia: Serangan Tanpa Tembakan yang Mengubah Peta Pertempuran di Ukraina

Reaksi publik di Amerika Serikat pun beragam. Sebagian umat Katolik di AS mengkritik Trump atas serangannya, sementara pendukung Trump menilai Paus mencampuri urusan politik luar negeri. Namun, para analis menilai bahwa “Trump kritik Paus” dapat menambah polarisasi di tingkat internasional, terutama karena Italia secara terbuka membela Paus.

Secara keseluruhan, pertikaian antara Trump dan Paus Leo mencerminkan dinamika baru dalam hubungan antara kepemimpinan politik sekuler dan otoritas religius di panggung global. Dengan dukungan Italia dan kecaman dari sejumlah negara, perdebatan ini diperkirakan akan terus berlanjut, menguji batas kebebasan berpendapat, diplomasi, dan peran moralitas dalam kebijakan luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *