GemaWarta – 27 Juli 2026 | Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertanian, telah menyiapkan strategi untuk mencegah kekeringan dan mengembangkan pertanian di Indonesia. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan 56 ribu unit pompa air pada Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah mitigasi kekeringan nasional.
Program pompanisasi ini menjadi strategi utama pemerintah untuk memastikan lahan sawah tetap memperoleh pasokan air di tengah ancaman kemarau. Selain itu, pemerintah juga memperkuat modernisasi pertanian melalui penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan efisiensi usaha tani dan mengurangi kehilangan hasil panen.
Mentan Amran Sulaiman juga menegaskan bahwa pemerintah akan membenahi persoalan mendasar di sektor pangan, termasuk penolakan penyerapan tebu oleh pabrik. Ia meminta polisi untuk memeriksa 7 perusahaan tebu yang diduga tidak menyerap hasil produksi petani.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan bibit komoditas perkebunan secara gratis, pengolahan lahan tanpa biaya, hingga pendampingan budidaya bagi pesantren yang memiliki lahan produktif guna memperkuat ketahanan pangan.
Peserta Kongres Umat Islam Indonesia VIII juga menilai bahwa Mentan Amran Sulaiman memiliki keberanian untuk membenahi persoalan mendasar di sektor pangan. Mereka berharap bahwa pemerintah dapat memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Dalam upaya mencegah kekeringan dan mengembangkan pertanian, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi, termasuk pompanisasi, modernisasi pertanian, dan pendampingan budidaya. Dengan demikian, diharapkan bahwa Indonesia dapat meningkatkan produksi pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Kesimpulan, pemerintah Indonesia telah menyiapkan strategi untuk mencegah kekeringan dan mengembangkan pertanian di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan bahwa Indonesia dapat meningkatkan produksi pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.











