Nasional

Oki Rengga Ungkap Garis Keturunan Dayak Banjarmasin, Menelusuri Silsilah Gofar Hilman

×

Oki Rengga Ungkap Garis Keturunan Dayak Banjarmasin, Menelusuri Silsilah Gofar Hilman

Share this article
Oki Rengga Ungkap Garis Keturunan Dayak Banjarmasin, Menelusuri Silsilah Gofar Hilman
Oki Rengga Ungkap Garis Keturunan Dayak Banjarmasin, Menelusuri Silsilah Gofar Hilman

GemaWarta – 03 Mei 2026 | Seorang publik figur yang dikenal luas dalam dunia hiburan tanah air, Oki Rengga, baru-baru ini membuka tabir sejarah keluarga yang menghubungkannya dengan suku Dayak Banjarmasin. Dalam sebuah wawancara eksklusif, ia mengungkapkan bahwa garis keturunannya dapat ditelusuri hingga Gofar Hilman, seorang tokoh berpengaruh pada masa Kerajaan Dipa di Kalimantan Selatan.

Menurut keterangan Oki, nenek moyangnya berasal dari daerah Banjar yang pada abad ke-13 masih berada di bawah kekuasaan kerajaan lokal. Gofar Hilman, yang tercatat dalam catatan sejarah sebagai penasihat utama Patih Lambung Mangkurat, merupakan figur kunci dalam pengembangan budaya tekstil tradisional, terutama motif Sasirangan yang hingga kini menjadi kebanggaan masyarakat Banjar.

🔖 Baca juga:
Mengungkap 27 April: Tragedi KRL di Bekasi dan Jejak Sejarah Penting Indonesia

Motif Sasirangan, yang diproduksi dengan teknik jahit ikat (stitch‑resist dyeing), memiliki nilai historis yang mendalam. Kain ini awalnya dikenal dengan sebutan kain pamintan atau Calapan, diproduksi berdasarkan permintaan khusus untuk upacara adat. Proses pembuatan yang rumit melibatkan penjahitan benang secara manual, menghasilkan pola garis‑garis khas serta bekas lubang jarum yang menandakan keaslian kerajinan tangan.

Oki Rengga menjelaskan bahwa warisan budaya ini tidak hanya menjadi simbol identitas suku Dayak Banjarmasin, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter pribadinya. “Setiap kali saya melihat motif Sasirangan, saya teringat pada cerita-cerita leluhur yang mengajarkan tentang kebijaksanaan, ketangguhan, dan semangat gotong‑royong,” ujar ia sambil menambahkan bahwa ia secara pribadi telah mengadopsi nilai‑nilai tersebut dalam kariernya.

Gofar Hilman, sebagaimana dicatat dalam literatur lokal, adalah sosok yang menuntun Patih Lambung Mangkurat dalam ritual meditasi 40 hari di atas rakit balarut. Legenda mengisahkan bahwa pada akhir ritus, muncul Putri Junjung Buih yang menuntut pembuatan istana serta selembar kain berwarna dengan motif wadi dalam satu hari. Keberhasilan melaksanakan tantangan tersebut diyakini melahirkan teknik jahit ikat yang kemudian dikenal sebagai Sasirangan.

🔖 Baca juga:
Penyatuan Gedung Sate–Gasibu: Ancaman Baru bagi Tata Ruang dan Warisan Bandung

Dalam konteks genealogis, Oki menelusuri garis keturunan melalui dokumen keluarga dan catatan adat. Ia menemukan bahwa Gofar Hilman merupakan kakek buyutnya di sisi ibu, yang memiliki peran penting dalam memperkenalkan tradisi pembuatan kain Sasirangan kepada generasi berikutnya. Keluarga Oki pun selama beberapa dekade menjadi penjaga tradisi, memastikan bahwa teknik pewarnaan rintang serta makna simbolik tiap warna tetap terjaga.

  • Warna kuning: Digunakan untuk menyembuhkan penyakit kuning.
  • Warna hijau: Dikenal membantu penyembuhan kelumpuhan atau stroke.
  • Warna merah: Dipakai bagi penderita sakit kepala atau insomnia.
  • Warna hitam: Dipercayai dapat mengatasi demam dan penyakit kulit.

Pengakuan resmi dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terhadap motif-motif Sasirangan sebagai warisan budaya Banjar menegaskan pentingnya pelestarian. Oki Rengga, yang kini menjadi duta budaya tidak resmi, berkomitmen untuk mempromosikan kerajinan ini melalui media sosial serta kolaborasi dengan perancang busana lokal.

Selain menyoroti aspek budaya, Oki menekankan nilai historis yang terkandung dalam silsilah Gofar Hilman. Ia menilai bahwa pemahaman terhadap akar sejarah dapat memperkuat rasa kebangsaan, khususnya di tengah arus globalisasi yang kerap mengikis identitas lokal. “Kita harus tetap menghargai dan melestarikan warisan leluhur, karena di sanalah letak kekayaan sejati bangsa,” tuturnya.

🔖 Baca juga:
Metz Bertransformasi: Dari Kota Bersejarah Menjadi Pusat Inovasi dan Budaya di Jantung Eropa

Penelusuran silsilah Oki Rengga juga membuka peluang riset lebih lanjut mengenai hubungan antara tokoh‑tokoh adat Banjar dan perkembangan seni tekstil di Kalimantan. Akademisi dari Binus University dan Universitas Lambung Mangkurat telah menunjukkan minat untuk menggali dokumen‑dokumen kuno, termasuk naskah‑naskah yang memuat catatan tentang Gofar Hilman dan peranannya dalam evolusi motif Sasirangan.

Dengan mengangkat cerita keluarga ini ke panggung publik, Oki Rengga tidak hanya menambah dimensi baru pada kariernya sebagai entertainer, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian kebudayaan Dayak Banjarmasin. Ke depan, ia berencana menggelar pameran travelling yang menampilkan koleksi kain Sasirangan milik keluarganya, sekaligus mengadakan workshop jahit ikat bagi generasi muda.

Kesimpulannya, pengakuan Oki Rengga atas garis keturunan Dayak Banjarmasin dan silsilah Gofar Hilman menegaskan pentingnya menghubungkan identitas pribadi dengan warisan budaya. Melalui upaya edukatif dan kolaboratif, diharapkan nilai‑nilai tradisional seperti Sasirangan dapat terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *