GemaWarta – 18 Juni 2026 | TNI Angkatan Laut (TNI AL) sedang mempersiapkan kapal induk pertama mereka, Giuseppe Garibaldi, yang diharapkan tiba di Indonesia sebelum 5 Oktober 2026. Sebagai bagian dari persiapan, TNI AL telah membentuk satuan tugas (satgas) dan menyiapkan 100 orang pelaut untuk belajar mengawaki kapal induk tersebut di Italia.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam. Kapal pengangkut pesawat tempur ini juga dilengkapi dengan beberapa radar jamming dan senjata seperti peluncur Oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat sea sparrow/selenia aspide, Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 mm tabung torpedo rangkap tiga, dan Otomat Mk 2 SSM.
Menurut Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, TNI AL telah mengusulkan dua nama pahlawan, yakni Gajah Mada dan Panglima Soedirman, untuk menjadi nama kapal induk pertama Indonesia. Nama-nama tersebut akan diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk disetujui.
Gajah Mada merupakan sosok Mahapatih sekaligus pahlawan perang era Kerajaan Majapahit, sedangkan Soedirman merupakan tokoh besar yang berpengaruh dalam pergerakan kekuatan militer Indonesia selama masa penjajahan. Kedua nama tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi TNI AL dalam menjalankan tugasnya.
Dengan kedatangan kapal induk pertama, TNI AL diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kekuatan dalam menjaga keamanan laut Indonesia. Kapal induk Giuseppe Garibaldi akan menjadi simbol kekuatan dan kemampuan TNI AL dalam menjalankan tugasnya sebagai penjaga keamanan laut Indonesia.
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali berharap kapal induk tersebut dapat tiba di Indonesia sebelum 5 Oktober 2026, sehingga dapat digunakan dalam peringatan HUT TNI tahun ini. Dengan demikian, TNI AL dapat menunjukkan kemampuan dan kekuatan dalam menjaga keamanan laut Indonesia.
Secara keseluruhan, persiapan kapal induk pertama TNI AL, Giuseppe Garibaldi, merupakan langkah penting dalam meningkatkan kemampuan dan kekuatan TNI AL dalam menjaga keamanan laut Indonesia. Dengan nama yang diusulkan, Gajah Mada dan Panglima Soedirman, kapal induk tersebut diharapkan dapat menjadi simbol kekuatan dan kemampuan TNI AL dalam menjalankan tugasnya.









