GemaWarta – 01 Juli 2026 | Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim kembali menjadi sorotan publik. Jokowi baru-baru ini melakukan ritual adat Mesol Kibau dengan menginjak kepala kerbau di Lampung, sementara Nadiem Makarim dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas kasus korupsi pengadaan Chromebook.
Ritual adat yang dilakukan Jokowi tersebut merupakan bagian dari prosesi adat Cakak Pepadun masyarakat Lampung Pepadun. Dalam ritual tersebut, Jokowi menginjak kepala kerbau yang telah diletakkan di atas hamparan karpet sebagai simbol kemakmuran dan kesiapan fisik bagi sang calon pemimpin.
Sementara itu, Nadiem Makarim dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas kasus korupsi pengadaan Chromebook. Ia dinyatakan bersalah karena telah memanipulasi proses pengadaan laptop untuk kepentingan pribadi. Nadiem juga diharuskan membayar denda sebesar 1 miliar rupiah dan membayar restitusi sebesar 809,6 miliar rupiah.
Kasus korupsi ini telah menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat. Banyak yang menyatakan bahwa kasus ini merupakan serangan politik terhadap Nadiem Makarim. Sementara itu, Jokowi yang telah melakukan ritual adat di Lampung juga menuai sorotan dari masyarakat. Beberapa pihak menyatakan bahwa ritual adat tersebut merupakan simbol politik yang dilakukan Jokowi untuk memperkuat basis pendukungnya.
Menurut pengamat, kasus korupsi Nadiem Makarim dan ritual adat Jokowi di Lampung merupakan dua isu yang berbeda. Namun, keduanya memiliki kesamaan dalam hal penanganan kasus korupsi dan penggunaan simbol-simbol politik. Dalam kasus Nadiem Makarim, penggunaan simbol-simbol politik dapat dilihat dari cara penanganan kasus korupsi yang dilakukan oleh pemerintah. Sementara itu, dalam ritual adat Jokowi di Lampung, simbol-simbol politik dapat dilihat dari cara Jokowi menggunakan ritual adat untuk memperkuat basis pendukungnya.
Kesimpulan dari kasus korupsi Nadiem Makarim dan ritual adat Jokowi di Lampung adalah bahwa keduanya memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat. Kasus korupsi Nadiem Makarim menimbulkan kontroversi dan kekecewaan di kalangan masyarakat, sementara ritual adat Jokowi di Lampung menimbulkan sorotan dan pertanyaan tentang motif di balik ritual tersebut. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk menangani kasus korupsi dengan transparan dan adil, serta menggunakan simbol-simbol politik dengan bijak untuk memperkuat kepercayaan masyarakat.











