Politik

Mahasiswa UGM Geruduk Panggung Diskusi, Pemerintah Dikecam karena Kebijakan yang Tidak Populer

×

Mahasiswa UGM Geruduk Panggung Diskusi, Pemerintah Dikecam karena Kebijakan yang Tidak Populer

Share this article
Mahasiswa UGM Geruduk Panggung Diskusi, Pemerintah Dikecam karena Kebijakan yang Tidak Populer
Mahasiswa UGM Geruduk Panggung Diskusi, Pemerintah Dikecam karena Kebijakan yang Tidak Populer

GemaWarta – 17 Juni 2026 | Baru-baru ini, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan aksi protes dengan menggeruduk panggung diskusi yang dihadiri oleh tiga pejabat negara, yaitu Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Aksi ini dilakukan karena mahasiswa merasa bahwa pemerintah telah mengabaikan suara rakyat dan menganggap kritik sebagai gangguan.

Menurut perwakilan Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM, Mesa, aksi protes tersebut merupakan bentuk kritik terhadap pemerintah. Mahasiswa menilai bahwa pemerintah telah menghambur-hamburkan uang negara untuk program yang tidak bermanfaat, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kopdes Merah Putih. Mereka juga merasa bahwa pemerintah telah membungkam suara rakyat dan menganggap kritik sebagai gangguan.

🔖 Baca juga:
Prabowo Subianto: Pemimpin yang Peduli terhadap Kesejahteraan Rakyat

Aksi protes tersebut berawal ketika sejumlah mahasiswa naik ke panggung dan membentangkan spanduk penolakan terhadap para pembicara. Situasi memanas hingga diskusi dihentikan dan terjadi pelemparan gelas plastik. Ketiga pejabat kemudian dievakuasi, tapi ratusan mahasiswa menghadang mereka di luar GIK UGM.

Nusron Wahid dan Sudaryono sempat berdialog dengan massa, tetapi pembicaraan kembali buntu. Saat keduanya meninggalkan lokasi dengan pengawalan, sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas.

🔖 Baca juga:
Anwar Ibrahim: Antara Diplomasi Internasional dan Tantangan Dalam Negeri

Menurut Dirjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman, mahasiswa harus mengambil peran dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan, termasuk pengelolaan sampah dan transisi energi berkelanjutan. Ia juga menekankan bahwa perguruan tinggi berperan strategis melalui dua jalur utama, yakni menghasilkan inovasi berbasis kepakaran akademik serta membina talenta, termasuk mahasiswa, yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

Kemdiktisaintek juga mendorong keterlibatan mahasiswa melalui Program Aksara Mahasiswa, yaitu Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa hadir langsung di tengah masyarakat untuk berdialog dengan warga, memetakan persoalan di lapangan, membangun kesadaran publik, serta mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih baik mulai dari tingkat rumah tangga.

🔖 Baca juga:
Prabowo Tegaskan Cadangan BBM Aman, Siap Hentikan Impor di Tengah Krisis Energi Global

Di sisi lain, BEM Bersatu menolak segala bentuk gerakan mahasiswa yang bermuatan kepentingan politik praktis. Mereka menilai gerakan mahasiswa harus mewakil suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan.

Kesimpulan dari aksi protes mahasiswa UGM adalah bahwa pemerintah harus lebih mendengarkan suara rakyat dan tidak menganggap kritik sebagai gangguan. Pemerintah juga harus lebih transparan dalam pengelolaan anggaran dan program yang dijalankan. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta hubungan yang lebih baik antara pemerintah dan rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *